PONOROGO – Dari 28 korban tewas longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, terdapat dua balita yang ikut tertimbun tanah lelongsoran dan hingga kini belum ditemukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merilis kedua balita tersebut adalah Arda, anak laki-laki berusia lima tahun dan seorang anak perempuan berusia tiga tahun, anak dari seorang ibu bernama Misri yang juga tertimbun longsor.
Sebelumnya, Minggu (2/4/2017), dua korban sudah ditemukan dalam kondisi tewas yakni Iwan Danang Suwandi 930) dan Katemi (70).
Sementara berikut data yang dilansir Antara, 26 lainnya yang masih tertimbun lelongsoran:
1. Litkusnin, Laki-laki, 60 tahun.
2. Bibit, Perempuan. 55 tahun.
3. Fitasari, Perempuan, 28 tahun.
4. Arda, Laki-laki, 5 tahun.
5. Janti, Perempuan, 50 tahun.
6. Mujirah, Perempuan, 50 tahun.
7. Purnomo, Laki-laki, 26 tahun.
8. Suyati, Perempuan, 40, tahun.
9. Poniran, Lak-laki, 45 tahun.
10. Prapti, Perempuan, 35 tahun.
11. Cikrak, Perempuan, 60 tahun.
12. Misri, Perempuan, 27 tahun.
13. Anaknya Misri, Perempuan, 3 tahun.
14. Sunadi, Lak-laki, 47 tahun.
15. Situn, Perempuan, 45 tahun.
16. Tolu, Lak-laki, 47 tahun.
17. Katemun, Lak-laki, 55 tahun.
18. Pujianto, Lak-laki, 47 tahun.
19. Siyam , Perempuan, 40 tahun.
20. Nuryono, Lak-laki, 17 tahun.
21. Menik, Lak-laki, 45 tahun.
22. Kateno, Lak-laki, 55 tahun.
23. Muklas, Lak-laki, 48 tahun.
24. Jadi, Lak-laki, 40 tahun.
25. Suyono, Lak-laki, 35 tahun.
26. Suroso, Lak-laki, 35 tahun.




