DUA jasad pria diduga korban erupsi Gunung Vesuvius yang meluluhlantakkan kota Pompeii di Itali pada tahun 79 Masehi atau hampir 2000 tahun lalu ditemukan oleh para arkeolog negara itu.
Kedua jasad seperti diberitakan the New York Post (22/11), diduga majikan dan budaknya, ditemukan dalam posisi meringkuk bersebelahan di lorong ruangan bawah tanah vila sehingga diyakini mereka adalah korban letusan gunung berapi tersebut.
Ruang bawah tanah pada era Romawi kuno dikenal sebagai cryptoporticus . Para korban mungkin mencari perlindungan di cryptoporticus, di ruang bawah tanah, karena menganggap lebih aman dan terlindung.
Para arkeolog juga meyakini, keduanya semula berhasil lolos dari hujan abu dan baru meninggal sehlang sehari setelah itu akibat terkubur material vulkanik dari ledakan kedua Gunung Vesuvius yang dahsyat.
Vila tempat ditemukannya kedua jasad  terletak di pinggiran kota Pompeii yang  luluh lantak akibat ledakan kedua Gunung Vesuvius pada 79 Masehi. Sebelumnya pada 2017, di kandang di sebelah bangunan vila, ditemukan tiga kerangka kuda dalam keadaan terikat.
Jasad pria yang ditaksir berusia antara 18 sampai 25 tahun diduga  budak yang biasa melakukan kerja kasar dilihat dari bentuk tulang belakangnya yang cukup terkompresi, sedangkan jasad pria kedua yang berusia antara 30 hingga 40 tahun ketika tewas adalah sang majikan.
Sekitar 2.000 penduduk Pompeii tewas akibat meletusnya Gunung Vesuvius dari seluruhnya sekitar 20.000 penduduk kota di provinsi Campania.
kapan medan magnetnya menghilang.




