LIMAPULUH KOTA – Bencana banjir di Sumatera Barat masih dalam kondisi darurat dimana dua kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota sampai saat ini masih terisolasi.
Kepada Tempo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Pagar R Negara mengatakan data BPBD Sumatera Barat, ada empat nagari dari dua kecamatan yang masih terisolasi, yaitu Nagari Pangkalan dan Nagari Ganja Ranah di Kecamatan Pangkalan. Kemudian di Nagari Sialang dan Nagari Durian Tinggi di Kecamatan Kapur IX.
Sementara itu Kepala BPBD Limapuluh Kota Nasriyanto timnya sedang membersihkan longsor agar jalan dapat terbuka.
Banjir merendam 12 nagari di tujuh kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota. Daerah yang terparah di Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX. Ketinggian air mencapai empat meter. Sehingga ribuan rumah terendam. Termasuk fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan kantor kepolisian sektor Pangkalan.
Kemudian, jalan negara yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Riau masih putus total. Sebab ada sekitar 10 titik longsor di Kilometer 17 tersebut, tepatnya di Nagari Koto Alam Kecataman Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.




