Dua Warga Flores Timur Tewas Akibat Banjir dan Puting Beliung

Ilustrasi

FLORES TIMUR – Dalam sepekan terakhir, dua orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur Paulus Igo Geroda, Jumat (10/2/2017), mengatakan, “Laporan dari semua kecamatan belum masuk, tetapi dari laporan sementara, dampak bencana yang terjadi selama sepekan ini tercatat dua orang meninggal dunia,” katanya  kepada Antara.

Dua korban yang meninggal dunia akibat bencana Flores Timur itu adalah Ny. Tuto Sisil dan Yohanes Pati Diaz. Tuto Sisil meninggal dunia karena terseret banjir bandang yang melanda rumah mereka, sementara Yohanes Pati Diaz yang adalah aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Flores Timur itu meninggal tertimpa pohon dalam perjalanan pulang kembali ke rumahnya.

“Yohanes Pati Diaz meninggal pada hari kedua bencana, yakni Selasa (6/2) sementara Ny. Tuto Sisil meninggal pada hari Senin (5/2),” katanya.

Sementara itu menurutnya saat ini situasi di darat wilayah itu sudah mulai tenang, tetapi wilayah perairan belum aman. “Mulai pagi ini, ada hujan tetapi tidak disertai angin kencang seperti yang terjadi selama hampir sepekan terakhir ini,” katanya.

Namun warga di daerah itu diminta untuk tetap waspada, karena cuaca sewaktu-waktu berubah dan bisa mendatangkan bencana.r

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Sti Nenotek secara terpisah mengatakan, adanya daerah tekanan rendah di perairan Barat Laut Australia yang memberi dampak angin kencang di wilayah NTT.

Dampak dari angin kencang tersebut kata dia menjalaskan, menyebabkan tinggi gelombang yang cukup signifikan di perairan NTT.

Kondisi ini, terutama di perairan-perairan terluar yang secara geografis berada di dekat daerah tekanan rendah tersebut. Selama sepekan terakhir ini Flores Timur dilanda bencana banjir dan puting beliung akibat cuaca ekstrem.

Advertisement