GAZA – Seorang pria Palestina yang ditembak oleh pasukan Israel selama protes massal di sepanjang perbatasan selatan Jalur Gaza yang dikepung telah meninggal karena luka-lukanya.
Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan, jika Abdullah Mohammed al-Shuhri (28) ditembak di dada di Khuza’a, dekat kota Khan Younis, Kamis (12/4/2018).
Al-Shuhri meninggal di Rumah Sakit Eropa, di mana ia dipindahkan untuk menerima perawatan tak lama setelah ia ditembak.
Sebelumnya pada hari Kamis juga, Mohammed Abu Hajeela (31) tewas dalam serangan udara Israel dan menyerah pada luka-lukanya di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza.
Sebanyak 34 warga Palestina kini telah ditembak mati sejak dimulainya protes yang dimulai pada 30 Maret, ketika puluhan ribu orang turun ke daerah perbatasan dengan Israel menuntut hak untuk kembali bagi para pengungsi Palestina.
Pasukan Israel menembakkan peluru tajam, gas air mata dan peluru baja berlapis karet ke arah orang Palestina yang melakukan protes.
Mereka juga telah melukai lebih dari 3.000 orang sejak dimulainya demonstrasi yang akan menuju puncaknya pada 15 Mei mendatang.Â





