Dubes Iran: Selat Hormuz Dibuka bagi Negara yang Patuhi Protokol Perang

JAKARTA, KBKNEWS.id — Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup meskipun konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung.

Jalur pelayaran strategis tersebut tetap dibuka bagi negara-negara yang mematuhi protokol lalu lintas yang ditetapkan selama masa perang.

Boroujerdi mengatakan kapal dari negara yang tidak bekerja sama dengan pihak musuh serta mengikuti aturan pelayaran dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz. Ia bahkan mencontohkan dua kapal Indonesia yang berhasil diizinkan melewati selat tersebut setelah memenuhi protokol yang berlaku.

Menurutnya, Iran perlu memastikan keamanan di kawasan Selat Hormuz karena wilayah tersebut menjadi titik penting di tengah serangan yang terus dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Oleh karena itu, setiap kapal yang melintas diminta mematuhi aturan lalu lintas yang diberlakukan pada situasi konflik.

“Jika ini tidak aman bagi kami, maka tidak aman bagi semuanya. Protokol lalu lintas di Selat Hormuz pada saat perang mengizinkan kapal-kapal untuk lewat,” kata Boroujerdi di Jakarta, Sabtu, seperti dilansir Antara.

Ia juga menuduh serangan yang dilakukan AS dan Israel masih menargetkan rumah warga, fasilitas sipil, serta berbagai tempat publik di Iran.

Iran, kata dia, akan terus melawan dan tidak akan berkompromi dengan pihak yang dianggap sebagai musuh.

Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi usai menghadiri acara santunan bagi 200 siswi Muslim Indonesia di Jakarta untuk mengenang 175 siswi yang tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel di Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran.

Serangan tersebut juga melukai lebih dari 95 anak dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas di wilayah tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here