Dubes RI di Malaysia Ungkap Hampir Tiap Hari Terima Laporan Pengaduan Kekerasan PRT Asal Indonesia

Foto Ilustrasi

KUALA LUMPUR – Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono menyatakan keheranannya atas kasus  kekerasan dan eksploitasi terhadap PRT asal Indonesia terus terjadi di Malaysia.

Menurutnya, hampir setiap hari KBRI Kuala Lumpur menerima laporan terjadinya perlakuan tidak manusiawi terhadap PRT Indonesia, namun hampir tidak pernah terdengar perlakuan serupa dialami oleh pekerja dari negara lain.

Dia menambahkan, rumah penampungan (shelter) KBRI selalu penuh oleh pekerja migran Indonesia (PMI) yang meminta pelindungan KBRI.

Sebagian besar kasus yang dialami oleh PMI adalah gaji yang tidak dibayar. Menurut Hermono, beberapa PMI tidak dibayar gajinya lebih dari 10 tahun, padahal majikan mereka orang berada.

Dia mengatakan akar masalahnya bisa jadi karena adanya semacam sikap merendahkan (superiority complex) sebagian orang Malaysia terhadap PMI dan tidak takut pada konsekuensi hukum.

“Saya rasa ini harus menjadi perhatian serius keberlanjutan pengiriman PRT ke Malaysia,” katanya, dilansir Antara.

Sebelumnya diberitakan, Hermono mendapatkan pengaduan seorang PRT yang dianiaya oleh majikannya, hingga mengalami luka-luka.

Dia memastikan bahwa KBRI Kuala Lumpur akan memonitor secara ketat penanganan kasus itu oleh penegak hukum Malaysia untuk memastikan pelaku penyiksaan dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

 

Advertisement