Dukung Tempe Goes To UNESCO, Bawa Tempe Jadi Warisan Budaya Tak Benda

JAKARTA – Tagar #TempeGoesToUNESCO mulai ramai di tengah masyarakat untuk memberikan dukungan menjadikan tempe sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Sabtu, (19/2).

Hal ini berdasarkan Lokakarya Pengusulan ICH UNESCO pada 15-16 Februari lalu, saat tim penilai memberikan rekomendasi usulan Tempe menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia untuk masuk ke dalam daftar ICH-UNESCO.

Dikatakan Ari Handoko, salah seorang dari tim pengusul bahwa pihaknya sudah mendapat kabar bahwa usulan mereka yakni tempe berada di urutan nomor satu.

“Kemarin kita dapat kabar sudah ada dari tim penilai yang memberikan usulan tempe sebagai nominator WBTB dengan urutan pertama yang diusulkan,” ucapnya.

Ari yang juga aktif sebagai penggerak pembuatan tempe di Pesantren ini mengaku optimis bahwa tempe bisa berhasil memenangkan kategori itu.

“Harus optimis ya, biasa untuk urutan yang pertama itu yang berhasil memenangkannya. Biar tempe bisa terangkat di mata dunia, kita pun dari Indonesia bangga,” ucap Ari.

Ari bersama empat rekan lainnya yakni Khoirul Anwar, Prof Made Astawan (Forum Tempe Indonesia), Nurhayati Nirmalasari (Pengrajin Tempe At Tempe), dan Aip Syarifudin (GAKOPTINDO) sampai saat ini tinggal menunggu hasil.

“Kita sama-sama menunggu hasil, karena sudah masuk usulan. Saya berharapnya ini nanti tidak sekedar meraih berupa penghargaan tapi benar-benar diwarisi bila perlu jadi kurikulum di sekolah dan pesantren untuk pembuatan tempe,” harapnya.

Salah satu tanggapan dari masyarakat, Sulaiman, juga mengaku semangat memberikan dukungan atas usulan ini.

“Tentu saja ikut dukung, saya pun ikut pasang twibbon agar memeriahkan dukungan dan ikut serta mendukung tempe menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Ini juga nanti yang bisa membanggakan Indonesia tentunya,” pungkasnya.