Dulu Pengungsi Ditolak, Kini Dipakai Jadi Relawan

Ilustrasi: kebakaran. Foto: tapike.com

MELBOURNE (KBK)- Setiap musim panas, banyak hutan di negara bagian Australia yang terbakar, karena angin memicu meluasnya kebakaran di semak-semak liar.

Untuk memadamkan api ini tidak bisa hanya mengandalkan para pemadam kebakaran yang jumlahnya terbatas, namun dibutuhkan para relawan.

“Selang ini sangat berat bila ada air, bagi saya. Mungkin tidak bagi orang lain,” ungkap Aida Pahang, seorang pengungsi dari Iran, kepada Al Jazeera. “Tapi aku suka itu. Saya ingin menyelamatkan orang, pohon bahkan alam. Aku menyukainya.”

Dia berusaha membantu pemadam kebakaran untuk mematikan api di pinggiran Noble Park dekat Melbourne.

Meskipun Australia baru-baru ini membatasi jumlah pengungsi itu, hanya sebagian kecil yang diizinkan tinggal dari puluhan ribu pengungsi yang datang ke Australia tahun 2010 dan 2013. Sebagian besar pengungsi menetap di selatan dan timur Melbourne. Di kawasan ini menghadapi kekurangan tenaga pemadam kebakaran.

“Lima tahun lalu, tidak banyak sukarelawan untuk membantu petugas,” kata Terence Sandford dari Noble Park Fire Service seperti dikutip KBK dari Al Jazeera, Ahad (27/3/2016).

“Kami memiliki sekitar 12 anggota di brigade dan itu benar-benar tidak cukup untuk melindungi masyarakat, sehingga kita benar-benar harus melakukan sesuatu untuk mengamankan wilayah sekitar.”

Akhirnya peran pengungsilah yang sangat membantu, tahun ini 52 relawan dari pengungsi ikut bergabung dengan petugas pemadam kebakaran di Noble Park. Sandford senang atas bantuan itu.

Advertisement