Dunia Siaga Hadapi Gelombang ke-2 Covid-19

Seorang perempuan memakamkan anggota keluarganya yang meninggal akbat Covid-19 di Brazil yang juga mengalami serangan gelombang kedua selain India, Malaysia, Mesir dan sejumlah negara lainnya.

TIDAK hanya India, sejumlah negara mengalami gelombang serangan gelombang ke-2 pandemi Covid-19 akibat mutasi virus corona yang memunculkan sejumlah varian virus yang lebih berbahaya dan cepat menyebar.

Di India, rekor-demi rekor angka orang terpapar terus dipecahkan, dan tercatat penambahan harian orang terpapar Covid-19 sebanyak 414.818 orang, Jumat lalu ( 7/5), dengan sekitar 4.000  kematian, sehingga total 21,4 juta orang terpapar dan 234.083 meninggal.

Menurut Pakar Penyakit Menular Amerika Serikat, Antony Fauci , varian virus corona B.1.1.7 asal Inggeris tersebar di sekitar ibukota India, New Delhi, sementara varian B167 dengan kemampuan mutasi ganda (double mutant) terdapat di sekitar Negara Bagian Maharastra.

Lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi di Brazil Kamis (6/5) lalu dengan pertambahan 73.780 kasus baru sehingga total sekitar 15 juta warga Brazil terinfeksi penyakit akibat virus corona tersebut, dengan angka kematian total sekitar 412.000 orang.

Lonjakan kasus paparan Covid-19 juga terjadi di Nepal sehingga dilakukanpelacakan terhadap kegiatan pada sejumlah jalur pendakian ke puncak Himalaya yang dibuka lagi sejak awal tahun ini.

Hasilnya, 30 pendaki dinyatakan mengalami endema paru-paru sehingga terpaksa dievakuasi dan lalu dikonfirmasi, 19 orang diantaranya positif mengidap Covid-19.

Negara jiran, Malaysia juga tidak luput dari serangan agelombang kedua Covid-19 yang menurut Menkes negara itu Noor Hisham Abdullah terjadi akibat “pandemic  fatigue” atau kelelahan massa akibat penyakit tersebut yang berada di tengah penduduk dalam jangka waktu lama (sekitar setahun) sehingga warga mulai mengendurkan kepatuhannya pada prokes Covid-19.

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di sejumlah rumah sakit di Malaysia dilaporkan juga meningkat sampai 70 persen, sementara angka penambahan harian orang terpapar Covid-19 rata-rata 2.500 orang dan total yang terpapar sekitar 423.000 orang serta angka kematian total 1.632 orang.

Di Indonesia sendiri, angka penambahan harian tertinggi sebanyak 14.518 kasus pada 30 Januari lalu atau rata-rata di atas 10.000 kasus, sudah berhasil ditekan sejak medio Februari menjadi rata-rata angka penambahan di bawah antara empat sampai 6.000 kasus kasus per hari.

Namun epidemilogi UI, Yunis Tri Miko Wahyono, meragukan terjadinya penurunan jumlah orang terpapar, karena bisa jadi karena lemahnya tracing atau pelacakan, sehingga jumlah sebenarnya empat kali lipat dari angka tersebut.

Sampai (7/5) di Indonesia tercatat 1.703.632 orang terpapar Covid-19 (bertambah 6.327 dar hari sebelumnya), 1.538.432 orang sembuh (bertambah 5.891 orang dan total kematian 46.663 orang (bertambah 167).

Pelanggaran larangan mudik menjelang lebaran serta rangkaian ritual-lainnya dicemaskan bakal memicu lonjakan Covid-19 seperti terjadi di India, apalagi transmisi lokal sejumlah kasus varian virus B.1.617 dan B.1.1.7 juga sudah terjadi.

Gagal dan suksesnya prokes menjelang dan sesudah Idul Fitri termasuk kepatuhan larangan mudik akan menentukan pertarungan selanjutnya melawan Covid-19.

Mari kita patuhi prokes 5M dan larangan mudik, serta bahu membahu memerangi Covid-19.

 

 

 

 

 

 

Advertisement