FILIPINA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan polisi menembak warga yang melanggar aturan lockdown sudah ditetapkan pemerintah.
Duterte mengeluarkan peringatan tersebut dalam pidatonya yang ditayangkan televisi, Rabu (2/4/2020), sebagai tanggapan terhadap demontrasi di sebuah kawasan permukiman miskin di Manila yang digelar oleh warga yang marah karena kurangnya bantuan pangan.
Ia mengatakan kepada polisi, jika mereka merasa dalam bahaya ketika menghadapi demonstran, mereka boleh menembak mati demonstran.
Dilansir VOA, Duterte juga memperingatkan bahwa hukuman yang keras akan dijatuhkan kepada siapapun yang bertanggung jawab menyerang dokter atau petugas layanan kesehatan lain.
Hingga kini Filipina kasus corona di Filipina capai 2.311 kasus, dengan 96 kematian.





