PARIS (KBK) – E-Cigarettes atau Rokok Elektronik (e-rokok) sudah membantu sekitar 18.000 perokok di Inggris menendang kebiasaan menghisap tembakau di tahun lalu, menurut penelitian yang dirilis Rabu (14/9/2016).
Penelitian berbasis survei tersebut, bukanlah percobaan klinis, yang berarti hubungan antara perokok elektronik tidak dapat dihubungkan dengan orang yang berhenti merokok.
Penelitian lain memang menantang gagasan bahwa e-rokok dapat menjadi pengganti yang efektif untuk tembakau.
Dikutip dari Inquirer, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Emma Beard dari University College London, bersama dengan para ahli yang terlibat dalam studi ini, mengatakan, bukti baru bahwa e-rokok dapat membantu perokok tembakau dapat berhenti adalah hal yang menarik





