Ekonomi Pulih, Pengangguran Masih Tinggi

Ekonomi RI mulai menggeliat setelah covid-19 mereda dan pada Kuartal I, 2022 tumbuh 5,01 persen, namun tingkat inflasi dan pengangguran harus tetap diwaspadai.

PEREKONOMIAN  Indonesia pada Kuartal I , 2022 mulai menggeliat lagi dengan pertumbuhan 5,01 persen sejalan dengan tren turunnya penyebaran Covid-19, namun tingkat inflasi dan pengangguran tetap harus diwaspadai.

Seperti disampaikan Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers daring (9/5),  angka konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,34 persen, investasi 4,09 persen dan ekspor 16,22 persen adalah motor penggerak pertumbuhan

Pertumbuhan ekspor antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah (crude oil), minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan komoditas hasil tambang seperti batubara dan nikel.

Pandemi Covid-19 global yang berlangsung sekitar tiga tahun seak pertama kali terdeteksi di uhan, China, Desember  2019 dan Perang Rusia-Ukraina (sejak 24 Feb.) berkontribusi besar pada kenaikan harga komoditas.

Namun di sisi lain, tingkat inflasi pada April lalu (0,95 persen)  juga perlu dicermati karena tertingi sejak Januari 2017, sementara prediksi  inflasi tahunan pada 2022 yakni 3,47 persen sudah berada pada kisaran  target inflasi pemerintah dan BI (3,0 – 4,0 persen).

Penyumbang inflasi terbesar pada April lalu yakni komoditas minyak goreng (0,19 persen), pertamax (0,16 persen), dan avtur (0,08 persen) yang juga mempengaruhi harga tiket pesawat.

Sementara angka pengangguran yang melonjak pada 2020 dan 2021 akibat pembatasan kegiatan masyarakat (PSBB dan PPKM) di tengah pandemi Covid-19 juga mulai turun selama Kuartal 1-2022 walau masih relatif tinggi.

Angka pengangguran tercatat turun sebanyak 350.000 orang dari 8,85 juta orang menjadi 8,5 juta orang pada Februari ’22 walau masih di atas angka sebelum memasuki pandemi (Maret 2020) yakni 6,93 juta orang. Ada penambahan serapan tenaga kerja pada Feb. ’22 sebanyak 4,55 juta orang dan angkatan  kerja baru 4,2 juta orang.

Sementara Menko Perekonomian Erlangga Hartarto mengemukakan, pertumbuhan ekonomi RI sebesar 5,01 persen pada Kuartal I, 2022 cukup stabil, hanya beda tipis dari pertumbuhan Kuartal IV, 2021 yakni 5,02 persen.

Pertumbuhan ekonomi RI pada Kuartal I, 2022 juga di atas China (,8 persen), Singapura (3,4 persen), Korea Selatan (3,07 persen), dan menurut Erlangga, kondisi tersebut akan berlanjut, ditopang geliat ekonomi selama Ramadhan sampai Idul Fiitri 1443H.

Hal itu tercermin dari Indeks Belanja Ramadhan 2022 sebesar 179,4 secara nasional, atau naik 31 persen dibandingkan dengan Ramadhan 2021.

Semoga pandemi Covid-19 terus mereda dan berubah menjadi endemi, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dipacu lebih cepat lagi.

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement