JAKARTA – Kepala Pusat Metereologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdani mengatakan fenomena iklim pemicu penurunan curah hujan, El Nino, sudah berada pada kategori moderat.
Berdasarkan data BMKG, sejumlah indikator yang menunjukkan El Nino masih tak signifikan. Yakni, Southern Oscillation Index (SOI) pada angka -11,9, Indeks NINO 3.4 ada pada angka +1.04 (El Nino lemah).
Selain itu, indikator Indian Ocean Dipole (IOD), yakni Dipole Mode Index (DMI) mencapai +0.20.
Andri mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kekeringan dalam jangka pendek atau sepekan ke depan. “Untuk saat ini hingga sepekan ke depan potensi kekeringan yang harus diwaspadai,” kata dia.
Dia mengatakan, wilayah-wilayah yang paling terdampak kekeringan secara umum seminggu ke depan berada di selatan khatulistiwa. “Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua bagian selatan,” ujarnya dilansir CNNIndonesia.com.
Berdasarkan analisis perkembangan musim kemarau dasarian III Juli 2023 BMKG, ia mengungkap 63 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim musim kemarau.





