ACEH BARAT – Sebuah jembatan gantung sepanjang 160 meter yang menghubungkan dua desa Antara Desa Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur dengan Desa Panton , Kecamatan Woyla , Kabupaten Aceh Barat, pada Jumat sore sekira pukul 15.30 WIB putus dan membuat warga terisolir.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun akses masyarakat di desa kami putus total,” kata Kepala Desa ( Keuchik ) Gampong Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Teuku Aidi.
Teuku Aidi mengatakan akibat putusnya jembatan tersebut, ratusan masyarakat di pedalaman pedalaman tersebut kesulitan untuk beraktivitas secara ekonomi dan sehari-hari.
Menurutnya, jembatan tersebut selama ini merupakan satu-satunya akses terdekat pemasaran hasil kebun, palawija, dan akses transportasi terdekat menuju ke ibu kota Kabupaten Aceh Barat.
“Dengan sudah putusnya jembatan gantung ini, masyarakat kami yang ingin ke Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer ke ibu kota Kecamatan Woyla Induk, ini tentu sangat jauh,” katanya, dilansir Antara.
Pihaknya mengharapkan agar kerusakan akses transportasi tersebut, segera mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Teuku Aidi juga mengatakan diingatkan juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, sebagai pimpinan tertinggi di tingkat Kecamatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Baat, Dr Kurdi mengatakan pihaknya sudah mengerahkan tim ke lokasi ambruk jembatan gantung di Desa Cot Punti, Kecamatan Woyla Timur yang terjadi pada Jumat sore.





