LUMAJANG – Media sosial tengah dihebohkan dengan rumah Wadiman (55) alias pak Roh masih kokoh meski diterjang awan panas semeru, padahal rumah tetangganya rata-rata hancur.
Faktanya, Pak Roh dalam kehidupan sehari-harinya selalu menjaga empat amalan baik yang diduga bisa menyelamatkan rumahnya.
Pak Roh juga mengaku heran melihat rumahnya yang berada di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur tersebut masih kokoh dan tidak rusak, karena terlihat rumah warga lainnya sudah hancur hampir terkubur akibat abu vulkanik.
Pak Roh menjawab ada beberapa amalan yang tidak pernah ditinggalkannya yakni selalu menjaga sholat lima waktu.
“Amalan saya yang pertama ya sholat lima waktu. Yang rajinlah,” ujar pak Roh, dilansir oleh Tribunnews.
Amalan yang selanjutnya selalu dilakukan oleh pak Roh adalah sedekah dan berhubungan baik dengan tetangga.
“Bersedekah, kalau sudah di sedekahkan jangan diingat-ingat lagi. Berhubungan baik sama tetangga, saudara, bersedekahlah yang banyak.Apa yang dibutuhkan sama tetangga, ya saya beli. Saya dikasih uang enggak mau, ambil aja kalau mau,” ujar pak Roh.
Selanjutnya amalan yang sering dilakukan pak Roh adalah rajin mengaji. “ Saya rajin tiap maulid baca surat yasin tiga kali, al-ikhlas tiga puluh satu kali. Al-quran khatam tiga kali tiap maulid,” ujar pak Roh.
Untuk perihal lokasi posisi rumahnya pak Roh mengatakan seharusnya rumahnya ikut hancur akibat lahar gunung semeru. Sebab, posisi letak rumah pak Roh berada di posisi lebih ke bawah dari rumah warga lainnya yang hamper terkubur.
“ Rumah saya datarannya dari jalan sama dengan rumah yang lain. Malah lebih turun punya saya,” Ujar pak Roh.
Diakuinya, harusnya rumahnya terkena imbas gunung semeru. “Paling tebal punya saya, soalnya punya saya dibawah paling turun karena abu vulkanik,” ungkap pak Roh.





