PALEMBANG – Banjir luapan sungai di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera SelatanĀ merendam empat kecamatan sejak Minggu dinihari (9/2/2020) dan mengakibatkan sebanyak 15.638 jiwa terdampak.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Selasa, mengatakan banjir diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sehingga merendam 1.407 unit rumah di 22 desa dan 3 kelurahan.
Menurutnya tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, namun banjir merusak 1 bangunan SD, merusak 3 jembatan gantung penghubung antardesa, dan merendam 143 hektare perkebunan.
Dari empat kecamatan terdampak, Kecamatan Muara Kelingi menjadi yang terparah, setidaknya banjir merendam Desa Bingin Junggut (1.174 jiwa), Lubuk Tua (1.026 jiwa), Lubuk Muda (49 jiwa), Suka Menang (40 jiwa), Pulau Panggung (795 jiwa), Mandi Aur (129 jiwa), Binjai (40 jiwa), Kembang (1.318 jiwa), Tanjung (204 jiwa) dan Kelurahan Muara Kelingi (1.472 jiwa).
Lalu di Kecamatan Muara Lakitan banjir merendam Desa Pendingan (300 jiwa), Semangus (1.136 jiwa), Semangus Lama (1.278) jiwa, Sungai Pinang (1.308 jiwa), Semangus Lama (1.500 jiwa), Semeteh (1.500 jiwa), Prabumulih (375 rusak), Lubuk Pandan (953 jiwa, Muara Rengas (211 jiwa), dan Kelurahan Muara Lakitan (1.966 jiwa).
Sisanya banjir di Kecamatan Bulan Tengah Suku (BTS) Ulu Cecar merendam Desa Mulyoharjo (10 KK), Pangkalan Tarum (37 KK), Pelawe (30 KK), Sembatu Jaya, Kelurahan Bangun Jaya (27 KK), dan Desa Suka Merindu di Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Trawas (30 KK).
“BPBD sudah kirimkan bantuan dari Pemprov Sumsel berupa 688 paket makanan (susu, biskuit, gula, mi instan, sarden), 45 paket makanan siap saji dan 45 paket makanan tambahan gizi,” tambah Ansori, dikutip Antara.





