Empat Warga Karawang Idap Obesitas Ekstrem, Dua Diantaranya Meninggal

Arya Permana sedang bermain bola di Sekolah/ Merdeka.com

KARAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengatakan sudah ada empat kasus obesitas ekstrim yang terjadi, dua diantaranya meninggal dunia, danĀ  dua warga lainnya sedang ditangani dan menjalani program diet sehat.

Empat warga itu, masing-masing Arya Permana (13 tahun), asal Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru. Saat ditemukan kali pertama, berat badan Arya mencapai 192 kilogram. Kini, beratnya menjadi 91 kilogram, berkatĀ  program diet sehat.

Kemudian, ada Yudi Hermanto, pasien obesitas asal Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. Berat badan Yudi, mencapai 310 kilogram. Akan tetapi, pada Desember 2017 lalu, pasien tersebut meninggal dunia, setelah mengalami sesak nafas dan kejang-kejang.

Lalu, ada Sunarti (39 tahun), warga asal Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari, yang memiliki bobot 148 kilogram, danĀ  meninggal dunia pada awal Maret 2019, setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSHS.

Sementara pasien terbaru, yaitu Satia Putra (7 tahun), anak pasangan Sarli (48 tahun) dan Komariah (40 tahun), asal Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon ini, memiliki bobot 101 kilogram. Satia, sempat diobservasi ke RSUD Karawang. Lalu, dirujuk ke RSHS Bandung, guna mendapatkan perawatan yang tepat.

Menurut Nurdin, sebagaimana dilansir Republika.co.id, Jumat (5/7/2019), ada sejumlah faktor yang menyebabkan obesitas ekstrim ini. Salah satunya, faktor asupan gizi yang berlebihan. Terutama, karbohidrat, protein dan lemak. Ketiga zat tersebut, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan kegemukan. Bahkan, sangat ekstrim.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap memerhatikan kesehatan. Terutama, pola makan yang diatur.

Advertisement