Epidemi Corona Hempaskan Ekonomi Dunia

Selain menewaskan 2.012 orang dan memapar 75.199 orang (sampai Rabu 19/2), epidemi infeksi virus corona juga berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dunia termasuk RI.

EPIDEMI infeksi virus Corona baru (Covid-19) sampai hari ini belum ada tanda-tanda mereda, selain korban terus berjatuhan, juga memukul perekonomian dunia terutama China, asal penyebarann virus mematikan itu.

Sampai Rabu (19/2) tercatat 2.012 korban terinfeksi Covid-19 tewas, termasuk enam orang di luar China (Hong Kong dua orang dan Jepang, Filipina, Taiwan dan Perancis masing-masing satu orang), sedangkan korban terpapar seluruhnya 75.199 orang.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan akan terjadi perlambatan perdagangan global hingga triwulan I-2020 sehingga meminta semua negara mengantisipaniya agar keterpurukan tidak semakin parah.

Bagi China, negara dengan perekonomian terkuat di dunia setelah AS, pelemahan ekonomi sebesar 0,5 sampai satu persen saja bakal berdampak luar biasa.

IMF semula memperkirakan, ekonomi China bakal berkontribusi hingga 39,2 persen dari total pertumbuhan ekonomi dunia pada 2019 sehingga menempatkan Asia sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi tercepat dunia yang menyumbang dua pertiga angka pertumbuhan global.

Tanpa memperhitungkan dampak epidemi virus Covid-19, IMF memperkirakan, ekonomi China yang tumbuh 6,1 persen pada 2019 akan turun menjadi 5,8 persen tahun ini.

“Cina kini berkontribusi sekitar seperlima pertumbuhan ekonomi dunia sehingga pelemahan ekonomi sekitar setengah persen akan berdampak seismik,” kata Taimur Baig, kepala ekonom dan managing director grup riset DBS seperti dikutip CNBC.

Cina juga negara eksportir terbesar dunia sehingga banyak negara menggantungkan pasokan barang dari Cina, termasuk Indonesia, Jepang dan Vietnam.

Wabah virus Covid-19 juga memukul industri China seperti laporan Reuters yang menyebutkan, 300-an perusahaan Cina mencari pinjaman sekitar 57,4 miliar yuan akibat ditutupnya akses sejumlah kota, pabrik tutp, dan gangguan pasokan, bahkan ada yang telah melakukan PHK.

Ikut Anjlok
Sementara Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI bisa anjlok di bawah 5 persen pada kuartal I-2020, mengingat penurunan hingga satu persen PDB Cina hingga akan mengoreksi 0,3 persen pertumbuhan ekonomi RI.

Alasannya, pelemahan ekonomi Indonesia bisa terjadi karena Cina merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia dan juga salah satu penyumbang kunjungan wisatawan terbesar Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengingatkan, dampak virus Corona terhadap perekonomian Indonesia yang ikut memunculkan pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Sementara Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Kasan memprkirakan, pertumbuhan ekonomi RI akan mengalami perlambatan sekitar 0,23 persen, jika perekonomian Cina melemah satu persen.

Berdasarkan data BPS, impor nonmigas Indonesia dari Cina tercatat mencapai 44,578 miliar dolar AS pada 2019, terbesar dibandingkan impor dari negara-negara lain sementara ekspor Indonesia ke Cina tercatat 25,852 miliar dolar AS atau merupakan tujuan ekspor terbesar.

Untuk itu, Wakil Ketua Umum Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Shinta Widjaya berharap, industri nasional perlu mencari pemasok selain China agar gangguan rantai pasok dari China tidak menganggu proses produksi nasional.

Musibah tidak bisa dihindari, tetapi kreativitas untuk mencari terobosan harus terus diupayakan sehingga dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin. (Reuters/NS)

Advertisement