
FRANKFURT (KBK) – Kini masyarakat Eropa sudah dapat mengantisipasi jauh-jauh hari kemungkinan kehadiran bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Hal itu dimungkinkan karena mereka sudah meluncurkan satelit yang akan membantu para ahli memprediksi fenomena cuaca seperti El Nino dan melacak peningkatan pemanasan global.
Peluncuran satelit tersebut sebagai bagian dari proyek observasi miliaran-euro Copernicus Earth.
Nama Satelitnya adalah Sentinel-3A, diluncurkan menggunakan peluncur roket dari kosmodrom Plesetsk di Arkhangelsk, bagian barat laut Rusia, pukul 12:57 EDT (1757 GMT) pada Selasa (16/2/2016).
Satelit menuju orbit 815 kilometer di atas Bumi, dari mana satelit akan mengumpulkan data suhu dan tinggi permukaan laut yang akan memberikan kontribusi untuk prakiraan cuaca yang lebih akurat dan membantu memprakirakan dampak kenaikan suhu.
“Ketika bicara tentang pemanasan global kita sering fokus pada kenaikan suhu udara, tetapi 90 persen dari energi yang masuk pada planet kita berakhir di laut,” kata Direktur Program Observasi Bumi Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) Volker Liebig kepada kantor berita Reuters menjelang peluncuran.
Seperti disitat dari Antara, Rabu (17/2/2016), data dari Sentinel-3A bekerja bersama satelit lain untuk dikirim hingga pertengahan 2017, juga bisa membantu perusahaan ekspedisi merancang rute yang lebih efisien dan dapat digunakan untuk memantau kebakaran hutan dan tumpahan minyak serta memperkirakan waktu tanam.



