JAKARTA – Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy K. Syahbana mengatakan letusan Gunung Agung Kamis dini hari tadi terbesar sepanjang tahun 2019.
Gunung Agung meletus dengan tinggi kolom abu teramati menembus 2 kilometer dari puncak gunung, atau setara lebih kurang 5.142 meter di atas permukaan laut.
“Erupsi tadi malam ini yang terbesar sepanjang tahun 2019 tapi belum sebesar November 2017, atau Juni-Juli 2018,” katanya, dikutip tempo.
Devy mengatakan, jenis erupsi yang terjadi dini hari tersebut masuk kategori Strombolian-Sub Vulcanian.
“Erupsi Strombolian sendiri bukan yang pertama kali tapi sudah terjadi sejak 2018. Erupsi strombolian Gunung Agung beberapa kali diikuti suara gemuruh,” kata dia.
PVMBG sempat mengeluarkan peringatan dini bagi dunia penerbangan atau VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode Orange pada 4 April 2019 pukul 01.31 WITA terkait erupsi Gunung Agung dini hari tersebut yang menghasilkan kolom abu setinggi 2 kilometer dari puncak gunung tersebut. Kendati demikian, diperkirakan belum berdampak pada penerbangan di Bali.
“Sampai saat ini tidak berdampak pada penerbangan karena abu vulkanik tidak menerus. Selain itu juga arah sebarannya ke barat, sementara (bandara) Ngurah Rai ada di selatan (Gunung Agung),” kata Devy.





