KARO – Gunung Sinabung kembali erupsi pada Rabu (2/8/2017), dan awas panas meluncur secara beruntun dengan jarak luncur 4.500 meter.
Lundra, petugas Pos Pemantau Gunung Sinabung mengatakan, berdasarkan data di pemantauan, erupsi terparah terjadi pukul 10.00 WIB. Awan panas Gunung Sinabung meluncur 4.500 meter ke arah Tenggara Timur. Adapun tinggi kolom mencapai 4.200 meter.
“Aktivitas Gunung Sinabung meningkat pada hari ini. Imbauan kepada masyarakat jangan dekat zona merah. Sekarang ini sedang terjadi luncuran awan panas beruntun. Dan kami pun sedang sibuk,” ujarnya, dikutip Tribun Medan.
Sementara itu akibat erupsi Sinabung, Desa Gung Pinto, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Tanah Karo, yang terletak di kaki Gunung Sinabung dilaporkan gelap gulita lantaran erupsi besar Gunung Sinabung.
“Kampung kami sudah gelap gulita. Nggak nampak lagi. Besar kali letusan gunungnya tadi,” ujar Heriani Sembiring, warga Desa Gung Pinto.
Ia mengutarakan warga tidak berani beraktivistas di luar ruangan, karena abu yang bercucuran di desa mereka sangat banyak.
“Yang dari ladang udah pulang. Yang anak sekolah sudah dikembalikan ke rumah. Kami di rumah ini sekarang,” ujarnya.
Meski begitu, ia dan warga belum ada diminta untuk mengungsi, mereka masih menunggu instruksi dari Pemerintah.





