SURIAH – Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah mengatakan hampir 20.000 orang mengungsi dari daerah Ghouta Timur dalam 24 jam dan berakhir pada Kamis (15/3/2018) malam.
Ini merupakan perpindahan terbesar sejak awal serangan terhadap Ghouta.
AFP melansir, ribuan warga sipil keluar dari Ghouta Timur pada hari Kamis mengungsi setelah pemboman selama sebulan membuat rezim Suriah semakin dekat untuk merebut kembali daerah yang dikuasai pemberontak yang hancur di luar Damaskus.
Presiden Suriah Bashar al-Assad memperkuat pegangannya pada kekuasaan saat konflik memasuki tahun kedelapan.
Pasukannya maju dalam serangan ganas terhadap Ghouta, yang pernah menjadi benteng utama oposisi di pinggiran ibukota.
Sebuah monitor perang mengatakan bahwa pasukan rezim sekarang menguasai 70 persen wilayah tersebut, membelah wilayah pemberontak yang tersisa menjadi tiga daerah yang menyusut.
Setelah serangan udara dan darat yang dahsyat, pasukan rezim pada hari Kamis menguasai kota Hammuriyeh, di bagian selatan Ghouta yang terisolasi.





