MEKSIKO – Fabiola Luna Rios berada di rumahnya di bagian selatan kota itu saat gempa Selasa (20/9/2017).
“Ini adalah pengalaman yang mengerikan,” kata wanita berusia 47 tahun itu yang duduk disamping suaminya, Jesus Alberto, di Obregon Avenue pada Selasa malam.
“Saya benar-benar merasa panik,” katanya. “Saya pergi ke jalan, tapi ketika melihat rumah saya, saya melihatnya bergerak ke kiri ke kanan.”
Alberto, yang berada di negara bagian Meksiko saat itu, menambahkan bahwa dia berpikir tanah rengkah.
“Saya merasa rumah-rumah jatuh dan selama dua detik, saya pikir kita akan mati,” katanya.
Gempa berkekuatan 7,1 skala Richter, yang terjadi sesaat setelah pukul 13:00 waktu setempat (pukul 18:00 GMT), menyebabkan puluhan bangunan runtuh dan banyak warga yang melarikan diri ke jalanan.
Menjelang senja hari, hampir 150 orang dinyatakan tewas di Meksiko tengah, termasuk 21 anak yang meninggal tertimpa bangunan sekolah mereka yang roboh.
Dikutip dari Al Jazeera , pejabat setempat mengatakan, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.
“Saat ini masih 149 yang tercatat tewas,” kata Luis Felipe Puente, direktur layanan perlindungan sipil pemerintah, dalam tweet terbaru.





