SYDNEY (KBK) – Peneliti Australia dalam studi internasional menyatakan fasilitas kesehatan (Faskes) darurat dapat memegang kunci untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien Ebola.
Dr. Ricardo Soares Magalhaes, Epidemiologi dari University of Queensland (UQ), mengatakan, penyakit Ebola sangat menular, ia menyebabkan demam berdarah akut dan akan sangat fatal apabila tidak diobati.
“Menyiapkan infrastruktur darurat adalah kunci memerangi wabah dan mengurangi jumlah kematian pasien karena tertular penyakit tersebut,” kata Magalhaes.
Dikatakannya, Pasien yang tidak dirawat di rumah sakit, 74 persen akan lebih mungkin meninggal dalam jangka pendek, dibandingkan dengan orang-orang yang menerima perawatan medis,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (17/10/2016).
Magalhaes, yang berasal dari UQ, Sekolah Kedokteran Hewan dan Pusat Penelitian Kesehatan Anak, mengatakan studi yang dipimpin di Florida telah meneliti wabah penyakit di Afrika Barat pada tahun 2014 dan menemukan tingkat kematian keseluruhan 53,5 persen, yang mengalami penurunan akses ke kesehatan pengobatan meningkat.
Dikutip dari Xinhua, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa dari 13 April tahun ini, jumlah total kasus Ebola yang dicurigai, sekitar 28.652 sedangkan total kematian telah dilaporkan 11.325.
z





