Formula E, Banyak Mana Manfaat dan Mudharatnya?

Balap Formula E berbiaya Rp1,1 triliun lebih yang akan digelar di Jakarta , Juni menuai pro-kontra tentang manfaat dan mudharatnya bagi kesejahteraan warga.

PRO-KONTRA rencana balap formula yang bakal digelar di Jakarta, Juni nanti tidak habis-habisnya muncul di medsos maupun media arus utama tentang manfaat dan mudharatnya helat tersebut terutama bagi warga.

Mulai dari lokasi sirkuit balapnya saja, sudah muncul sejumlah persoalan, karena dengan selubung proyek Revitalisasi Monas bernilai kontrak Rp71 milyar itu terjadi sejumlah pelanggaran terhadap Keppres No. 25 tahun 1995 terkait penataan kawasan Medan Merdeka.

Sebanyak 190 pohon yang menenuhi kawasan bagian selatan bangunan bersejarah itu ditebang dan dilakukan pengaspalan karena akan dijadikan ajang balap, padahal jelas-jelas kawasan cagar budaya itu penting sebagai resapan air.

Itu baru mudharatnya dari sisi ramah lingkungan, belum lagi soal kontraktornya, PT Bahana Prima Nusantara (BPN), selain tidak diketahui publik proses lelang dan penunjukannya, alamatnya juga cuma tercatat sebagai virtual office di bilangan Rawajati di Jakarta Timur.

Selain menyewa sekitar Rp5 juta setahun bersama puluhan yang sebagian adalah perusahaan “papan nama” dan lokasi virtual office BPN yang berdekatan dengan markas pengrajin tahu, juga dilaporkan gagal menyelesaikan proyek sesuai jawal.

Nasib pohon-pohon yang dikorbankan juga simpang-siur, misalnya Wakil Ketua DPRD dari F-Gerindra M. Taufik yang mendukung ide balap Formula E yang digagas gubernur menyebutkan, sedang disehatkan di pusat nurseri DKI Jakarta dengan “infus” layaknya manusia.

Ada yang menyebutkan, pohon-pohon yang sebagian tingginya diatas 15 meter bernilai jutaan rupiah itu sudah diuangkan, namun tidak diketahui publik juga, dilego kemana? dan ke kocek siapa uangnya masuk?

Belakangan, Tim Sidang Pemugaran (TSP) yang berhak mengeluarkan izin kegiatan di kawasan Monas protes karena merasa diliwatkan dan ternyata Pemrov DKI melayangkan permintaan izin ke Tim Ahli Cakar Budaya (TACB).

“Cuma kesalahan ketik, tertulis TACB, seharusnya TSP, “ kilah Sekda DKI Jakarta Saefullah dengan nada enteng.

Garis start dari Jl. Medan Merdeka Selatan (Mersel) ke arah patung Arjuna Wiwaha, masuk ke kawasan Monas dari gerbang silang barat daya Monas yakni pertemuan Jalan Medan Merdeka Barat dan Mersel.

Sedangkan lintasan menuju tengah tugu Monas kemudian berputar menuju pintu gerbang di belakang Stasiun Gambir, kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Panjang lintasan 2,58 M dengan kisaran lebar antara 9,5 sampai12 meter.

Memanipulasi Hasil Sayembara
Pemrov DKI Jakarta juga dituding memnipulasi hasil sayembara program revitalisasi Monas, karena pemenangnya, Deddy Mulyadi mengaku mengusung konsep bersemangat pelestarian alam, tidak ada “acara” tebang-tebang pohon segala.

Selain mengganggu kegiatan di ruang publik, kawasan Monas yang berada di Ring I pemerintahan, sebagai cagar budaya dan hub utama akses transportasi , penyelenggaraan balap Formula E di kawasan ini agaknya lebih banyak mudharatnya.

Begitu pula terkait biayanya sekitar Rp1,2 triliun dinilai terlalu mahal dibandingkan Hong Kong (HK250 juta) atau sekitar Rp540 milyar saja, sedangkan tuan rumah sebelumnya: Montreal dan Hong Kong dikabarkan rugi, bahkan Moskow menarik diri, karena merasa bakal lebih besar ruginya.

Sementara manfaatnya, sekitar 2.000 peserta beserta tim pendukungnya, belum lagi para penggemar balap Formula E diharapkan akan mampu menghasilkan devisa dari akomodasi dan pengeluaran mereka selama proses ajang balap itu.

Gubernur Anies Baswedan sesumbar, walau sampai tahun ketiga bakal merugi, nantinya akan menghasilkan laba a.l.dari iklan, kedatangan peserta dan fans serta kegiatan lainnya seperi hotel, pariwisata, kuliner.

Setelah melihat fakta-fakta tersebut, ketimbang menggelar balap Formula E, agaknya mending menuntaskan program naturalisasi 13 kali di ibukota, menata gorong-gorong dan mengurusi sampah demi mencegah banjir.

Hal mendesak lain misalnya memperbaiki toilet-toilet sekolahan atau memberi modal dan pelatihan bagi penjaja penganan di dekat area sekolah agar menyediakan produk yang higienis dan bergizi bagi para siswa.

Banyak program lebih mendesak bagi Jakarta yang masih didera kemacetan lalu-lintas, adanya sejumlah wilayah kumuh dan kemiskinan yang perlu dientaskan.

c

Advertisement