Forum Aksi untuk Bisnis Bertanggungjawab Digelar di Balai Kartini

JAKARTA (KBK) – Indonesia Business Links (IBL) menginisiasi ‘Forum Aksi untuk Bisnis yang Bertanggungjawab’ (Action Forum for Indonesia Responsible Business/AFIRB) selama dua hari (17-18 Desember 2015), digelar di Balai Kartini Expo & Convention Center, Jakarta.

Kegiatang yang mengangkat tema “Kemitraan untuk Memberantas Kemiskinan”, hari ini Jumat (18/12/2015) memasuki hari kedua. Di hari kedua ini akan diisi workshop aksi untuk melakukan tanggungjawab bisnis untuk mengentaskan kemiskinan dan keterlibatan perusahaan dalam kebencanaan.

Sedangkan dihari pertama, Kamis (17/12/2015) selain berupa seremoni pembukaan, juga diadakan 3 workhsop secara paralel labih kepada menguraikan testimoni perusahaan dalam keterlibatannya dalam aksi kemanusiaan dan juga mengurai sebab-sebab terjadinya kemiskinan.

Indonesia Business Links (IBL) telah bergiat dalam advokasi good corporate citizenship (penerapan bisnis yang beretika dan berwawasan keberlanjutan) sejak 1998 ini, dalam acara forum aksi ini berupaya mengajak duduk bersama Pemerintah Indonesia, jejaring CSR di ASEAN, LSM dan korporasi.

Lily Widjaja, Direktur Konferensi, mengatakan AFIRB terselenggara kegiatan ini atas kerja sama IBL dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang merupakan bagian dari Kantor Wakil Presiden, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, ASEAN CSR Network, Accenture, Citi Peka dan Citi Foundation, serta Platform Nasional – Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB).

Forum ini menciptakan ruang berbagi tentang bagaimana membangun aksi dan tindakan nyata, memahami urgensi dan tantangan dalam pendekatan antargenerasi, serta memastikan bahwa upaya mencapai kesejahteraan tidak hilang karena korupsi dan bencana.”

Acara dihadiri lebih 300 peserta menghadirkan sekitar 40 pembicara yang mewakili para pemangku kepentingan.

Chairman IBL, Heru Prasetyo, menegaskan bahwa AFIRB menjadi ajang untuk menunjukkan bukti positif bahwa CSR adalah tentang nilai/manfaat bersama. CSR bukan aktivitas derma.

“Kemitraan untuk tujuan pembangunan perlu ditingkatkan di antara sektor bisnis, pemerintah dan masyarakat sipil. Kita harus melangkah dari dialog menuju tindakan nyata, terutama dalam isu transparasi, kesiapan menghadapi bencana dan pemberdayaan generasi muda,” tutur Heru.

Forum ini juga didukung oleh perusahaan dan lembaga yang menyadari pentingnya CSR dan telah mengimplementasikannya dalam strategi bisnis mereka, antara lain Asia Pacific Alliance, PT Freeport Indonesia, UK Foreign & Commonwealth Office, Bank Mandiri dan Unilever. – MEP/Virga

Advertisement