Gadis Israel Dipenjara karena Tolak Perang Lawan Palestina

Noa Nur Golan/ independent
ISRAEL – Seorang wanita berusia 19 tahun telah dipenjara oleh pemerintah Israel karena menolak untuk  masuk ke dalam Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dan mengikuti perang lawan Palestina.

Noa Gur Golan saat ini ditahan di sebuah penjara militer dekat Haifa, dan telah ditahan lebih dari 30 hari.

Dia ditahan di sebuah ruangan bersama sembilan wanita lainnya dan hanya diizinkan bertemu keluarganya setiap dua minggu sekali.

Israel mengharapkan semua orang Yahudi, Druze dan Israel Circassian berusia di atas 18 tahun untuk melakukan dinas militer mereka, dengan perempuan diwajibkan uuntuk dua tahun dan laki-laki dua tahun delapan bulan.

Saudara laki-laki Golan, berusia 29 dan 24, telah menyelesaikan tugas mereka dengan Angkatan Pertahanan Israel.

Dia berusaha menghindari dinas militer karena dia menjadi seorang pasifis, namun permohonannya ditolak dalam dua audiensi yang dia dapatkan sejauh ini, seperti dilaporkan Independent.

Golan mengajukan permohonannya dalam sebuah surat terbuka yang dia tulis sebelum menolaknya.

Setelah mengalami perang Gaza 2014 dan bekerja dengan anak-anak, matanya terbuka untuksuasana penuh kebencian dan ketakutan di negaranya. Mereka tumbuh dalam kenyataan dimana kekerasan adalah norma.

Pandangannya juga dipengaruhi setelah menghabiskan dua tahun di perguruan tinggi keenam, United World College of the Adriatic, tempat dia dan seorang gadis Palestina dari Hebron mendapat beasiswa.

“Cinta yang saya rasakan terhadap teman-teman saya dari kota saya Netanya  sama dengan cinta yang saya rasakan terhadap teman-teman saya dari Hebron,” tulisnya.

“Dengan pemikiran ini, saya menyadari bahwa saya tidak akan setuju untuk mengambil bagian dalam penindasan bangsa lain, bahwa saya tidak percaya untuk membangun tembok tapi membangun jembatan.” ungkapnya.

Advertisement