Gejala Diabetes Melitus pada Anak dan Penanganannya

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock/Africa Studio)

JAKARTA – Orang tua perlu mengenali tanda-tanda diabetes melitus pada anak agar dapat melakukan penanganan sedini mungkin. Secara umum, terdapat tiga gejala diabetes melitus pada anak yang dikenal sebagai 3P, yaitu sering buang air kecil di malam hari (poliuri), sering merasa haus (polidipsi), dan mudah lapar (poliphagi),

Dokter spesialis anak dari Divisi Endokrinologi RS Cipto Mangunkusumo, dr. Ghaisani Fadiana Sp.A (K), menjelaskan bahwa biasanya, ketiga gejala 3P ini disertai dengan penurunan berat badan atau tidak naiknya berat badan, yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja yang mengidap diabetes.

Selain itu, anak-anak yang mengidap diabetes juga bisa mengalami gejala seperti cepat lelah dan kesulitan dalam mengikuti aktivitas berat. Beberapa anak dengan diabetes juga rentan mengalami infeksi berulang, seperti infeksi paru-paru dan jamur.

Untuk mendeteksi apakah seorang anak berisiko mengidap diabetes melitus, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala-gejala ini. Selain itu, melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin juga merupakan langkah awal dalam deteksi dini penyakit ini.

Jika kadar gula darah sewaktu melebihi 200 mg/dL dan disertai dengan gejala 3P, kemungkinan besar anak mengidap diabetes melitus.

Sayangnya, seringkali orang tua menunda untuk membawa anak ke rumah sakit, dan akhirnya anak datang dalam kondisi yang sudah parah, seperti sesak napas, dehidrasi, bahkan penurunan kesadaran.

Ghaisani menjelaskan bahwa sebagian besar kasus diabetes melitus pada anak adalah tipe 1, yang terjadi karena masalah pada pankreas sehingga tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk tubuh.

Ini berbeda dengan diabetes melitus pada orang dewasa, yang umumnya adalah tipe 2, di mana pankreas masih dapat memproduksi insulin, namun insulin tersebut tidak dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dengan baik.

“Dampaknya akan berbeda dalam pengelolaan dan perawatan pada anak-anak, karena sebagian besar kasus DM adalah tipe 1 yang tidak dapat menghasilkan insulin secara alami. Oleh karena itu, terapi yang diperlukan adalah suntikan insulin,” katanya, dilansir dari Antara.

Suntikan insulin sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah jika insulin disuntikkan sesuai dengan panduan.

Anak yang sedang menjalani terapi insulin harus secara rutin memeriksa kadar gula darah dalam sehari untuk memastikan dosis insulin dan pola makan yang tepat.

Secara ideal, anak perlu memeriksa kadar gula darah sebelum makan dan 2 jam setelah makan, atau bahkan lebih sering, yaitu sekitar 3-4 kali sehari, untuk memantau pengaruh makanan terhadap kadar gula darah mereka.

“Tapi, kalau kondisi demam sebaiknya diperiksa lebih sering karena kalau pada kondisi sakit itu akan berisiko terjadi peningkatan atau gula darah yang lebih rendah,” kata Ghaisani.

Selain suntikan insulin, anak dengan diabetes juga perlu menjaga pola makan mereka, dengan memilih makanan seimbang dan menghindari makanan tinggi gula dan pemanis buatan seperti permen dan minuman bersoda.

Tetapi, penting untuk tetap memperhatikan asupan karbohidrat karena anak dengan diabetes masih memerlukan karbohidrat untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Dokter ini juga menekankan bahwa anak dengan diabetes melitus perlu tetap aktif secara fisik dengan melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat sekitar 3-4 kali seminggu. Selain itu, perlu ada dukungan sistem yang kuat, termasuk keluarga dan guru, untuk membantu anak mengatasi diabetes mereka.

“Yang jelas anak dengan DM tidak bisa berjalan sendiri, harus butuh satu support system yang lengkap, keluarganya mendukung, gurunya mendukung itu sebetulnya harus kita edukasi,” ucap Ghaisani.

Anak dengan diabetes melitus masih bisa menikmati makanan manis, terutama yang mengandung gula kompleks seperti buah-buahan. Jika gula darah anak terlalu rendah, tindakan sederhana yang dapat dilakukan adalah memberikan karbohidrat cepat seperti air gula, teh manis, permen, atau kismis.

Advertisement