Gempa Jepang, 19 Mahasiswa Indonesia Dievakuasi ke Fukuoka

Ilustrasi Gempa merusak bangunan di Kumamoto, Jepang bagian selatan. Foto diambil oleh Kyodo (16/4/2016). (REUTERS/KYODO)

KUMAMOTO (KBK) – Melihat situasi di Kumamoto yang kurang kondusif, sejak Selasa, (19/4/2016) KBRI mulai melakukan evakuasi terhadap 19 mahasiswa ke Fukuoka.

Hal itu disampaikan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo Alinda M Zain dalam keterangan pers, Kamis (21/4/2016).

Tindakan ini dipimpin langsung oleh Koordinasi Fungsi (Atase) Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo yang hadir di Kumamoto bekerja sama dengan Konsulat Jenderal RI di Osaka.

“Evakuasi WNI juga ada yang ditujukan ke Hiroshima dan ke Tokyo,” kata Alinda.

Atase Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo masih berada di Kumamoto untuk memimpin proses perlindungan WNI.

Alinda mengatakan sistem manajemen bencana di Jepang sudah sangat baik. Penanganan seluruh warga, baik orang Jepang maupun warga asing diperlakukan sama sehingga tidak mungkin terjadi penelantaran warga yg terkena musibah

Saat tim KBRI tiba di Kumamoto, mahasiswa Indonesia dan warga negara Indonesia lainnya sudah berada di shelter-shelter yang disediakan kampus dan pemerintah lokal Kuyakuso,

Dia menegaskan, jumlah mahasiswa Indonesia di Kumamoto bukan 320 orang, tetapi sekitar 60 orang saja.

“Dengan begitu, info yang mengatakan jumlah tersebut 320 orang, tidak akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Seperti disitat dari Antara, Tim KBRI Tokyo adalah tim bantuan kedutaan dari negara ASEAN yang paling awal yang berhasil tiba di Kumamoto, yaitu Sabtu siang (16/4). Saat itu, Bandara Kumamoto masih ditutup akibat gempa dan Kereta Api Shinkansen pun juga tidak beroperasi.

Advertisement