Gempa Susulan Lombok Lebih dari 500 Kali, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

0
410

LOMBOK – Masa tanggap darurat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca diguncang gempa Ahad (29/7/2018) diperpanjang lagi karena masih sering terjadi gempa susulan.

Wakil Komandan Tim Pos Komando Penanganan Darurat Gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Rum, mengatakan perpanjangan status tanggap darurat dilakukan dari yang sebelumnya tujuh hari menjadi 14 hari.

Keputusan perpanjangan masa tanggap darurat tak lepas dari rekomendasi sejumlah pihak, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga lembaga swadaya masyarakat, Save The Children, saat rapat evaluasi harian di posko utama Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu (4/8).

Rum menyampaikan, hingga Sabtu (4/8/2108)  pukul 14.00 Wita, tercatat 564 gempa susulan terjadi, di mana 51 gempa susulan dapat dirasakan.

Dia mengatakan, BMKG telah menempatkan tiga sensor gempa yang ditempatkan di Kantor Camat Sambelia, Kantor Camat Sembalun, dan Kota Selong, Lombok Timur. Sementara, Institut Teknologi Bandung (ITB) akan menempatkan tujuh sensor di Lombok Utara dan Lombok Timur.

“Mulai besok dari Singapura juga akan memasang sensor untuk menangkap gelombang seismik dan memperkiraan gempa susulan berakhir,” ujar Rum di posko utama Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB itu menyebutkan, gempa susulan tidak akan terjadi lebih besar dari gempa utama. BMKG, lanjutnya, merekomendasikan perlunya untuk memperpanjang masa tanggap darurat, demikian dihimpun republika.co.id.

 

Advertisement div class="td-visible-desktop">