TAPAMULI SELATAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bermagnitudo (M) 5,1 yang terjadi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Jumat sore merupakan gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Bambang menjelaskan guncangan gempabumi dirasakan di daerah Pinangsori dan Padang Sidempuan III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Kab. Nias Selatan dan Kab. Nias II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar dia.





