KUDUS – Banjir melanda Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, dan membuat ratusan warga terpaksa mengungsi.
Mereka mengungsi di lokasi penampungan warga Desa Jati Wetan, yakni di Balai Desa Jati Wetan yang menampung 212 orang. Sementara itu warga Desa Karangrowo di gedung pertemuan desa setempat yang menampung 206 orang.
Nur Khayati, salah satu pengungsi asal Desa Jati Wetan yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan di Kudus, Minggu, mengakui, terpaksa mengungsi sejak Sabtu (11/2/2017) karena air banjir mulai masuk rumah dengan ketinggian hingga 25 sentimeter, sedangkan di halaman bisa mencapai sepinggang orang dewasa.
Tempat pengungsian disediakan sejak terjadi banjir pada Kamis (23/2/2017), namun belum semua warga bersedia mengungsi karena sejumlah pertimbangan.
“Semua keperluan pengungsi, mulai dari kebutuhan makanan hingga popok untuk bayi juga disediakan,” ujar Kepala Desa Jati Wetan Suyitno.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, jumlah desa yang terkena dampak banjir cukup banyak.
Di antaranya, Desa Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Pasuruhan Lor, Jati Kulon, Setrokalangan, Banget, Karangrowo dan Karangturi. Hanya saja, kata dia, warga desa yang mengungsi ke tempat pengungsian hanya di Desa Jati Wetan dan Karangrowo.
“Hampir semua desa menyediakan tempat pengungsian, namun ada yang bertahan dan kalaupun ada yang mengungsi biasanya ke keluarganya,” ujarnya, seperti dilaporkan Antara.





