BOGOR – Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) meluncurkan Gerakan Dakwah Pedalaman, dan peluncuran program tersebut dilakukan pada acara Sarasehan Dakwah pedalaman, pada Sabtu (15/12/2018), di Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa, Parung, Bogor.
“Insyaa Allah, pasca kegiatan sarasehan akan diadakan pertemuan rutin bersama lembaga-lembaga dakwah. Tujuannya agar kolaborasi dakwah untuk pedalaman semakin cepat terwujud,” jelas Hardy Agusman, selaku Koordinator Cordofa.
Sementara Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa Ahmad Shonhaji menuturkan, Cordofa melalui acara tersebut mengajak para aktivis dakwah untuk merumuskan strategi dakwah terbaik dalam berkontribusi pada persoalan keumatan di tepian negeri.
“Alhasil Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam yang menjadi salah satu gerbong gerakan dakwah yang transformatif melalui pendekatan program pemberdayaan berbasis dana ZISWAF. Sehingga perlu mengajak semua stakeholder gerakan dakwah dan para Da’i untuk lebih memperhatikan, serta menaruh konsentrasi lebih pada masyarakat pedalaman melalui gerakan bersama menggaungkan Gerakan Dakwah Pedalaman,” pungkas Ahmad Shonhaji.
Diketahui berdasarkan data Kemensos pada 2012, populasi Komunitas Adat Terpencil/KAT (dulu dikenal suku terasing/tertinggal) di Indonesia, tersebar di 24 Provinsi, 263 Kabupaten, 1044 Kecamatan, 2304 Desa, dan 2971 lokasi. Selain KAT, berdasarkan Perpres No. 131 Tahun 2015, di Indonesia terdapat 122 Kabupaten/Kota yang termasuk dalam kategori Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).
Hal tersebut melatarbelakangi Cordofa untuk meluncurkan program Gerakan Dakwah Pedalaman ini.





