Godaan Puasa: HP

Bagi anak muda, ke mesjid sambil mengantongi HP kini barang lumrah. Celakanya, pas salat HP pun berdering.

MARHABAN ya Ramadan! Hari ini merupakan hari pertama ibadah puasa 1444 H. Alhamdulillah, baik pemerintah maupun NU dan Muhammadiyah bisa kompak, hari pertama Ramadan jatuh pada 23 Maret 2023. Kata anak muda milenial, awal puasa Ramadan 1444 H ini jatuh pada nomer cantik dalam kalender masehi, yakni: 23-3-23. Padahal cantik atau tidak tanggal masehi itu, godaan puasa di era milenial jauh lebih berat, karena harus bisa juga berpuasa HP. Sebab di sini gudangnya gibah!

Godaan orang puasa memang tak hanya menahan nafsu makan minum, bergunjing dan bersetubuh dengan istri di siang hari. Ketika HP masih hanya bisa untuk telepon dan SMS, godaan untuk para soimin dan soimat juga masih ringan. Tapi sekarang, ketika dunia maya sudah masuk HP juga dengan nama baru smartpone, godaan orang berpuasa semakin berat. Dari HP android inilah hobi orang bergibah (bergunjing) terfasilitasi dengan baik.

Godaan nafsu seks misalnya, bersetubuh dengan istri di siang hari, tak mungkin terjadi manakala tak ada permufakatan syahwat antar pasangan. Jika istri atau suami menolak, takkan terjadilah godaan setan jenis satu ini. Mau korupsi, tak mungkin terjadi manakala bukan pejabat negara, atau politisi sedang mengawal proyek pemerintah.

Tapi kalau HP android, ketika semua orang sangat permisif, karena kebanyakan menggunakannya. Orang takkan menegor saat peserta rapat sibuk main medsos dalam HP. Bahkan dalam seminar pun, ketika pembicara sedang membahas sebuah makalah, moderator asyik main HP. Begitu juga ketika salat tarawih sambil lirak-lirik HP-nya, jemaah sebelah-menyebelah juga takkan menegurnya.

Kini banyak anak muda model begini. Saat selesai salat tarawih 4 rokaat pertama dan disusul bacaan Allohumma innaka afuwwun kariim tukhibbul afwa fa’fuanni (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku yang Maha Mulia), dia langsung ambil HP-nya. Discrol sebentar, cari informasi atau pesan terbaru dalam HP-nya. Baru melanjutkan ke rokaat berikutnya. Padahal yang samanya salat, baik yang fardlu maupun sunah, harus tuma’ninah atau khusyuk.

Bahkan ada yang lebih maniac HP lagi saat berangkat atau pulang dari salat berjamaah di mesjid, HP tak pernah lepas di tangannya. Sambil jalan dia selalu buka isi HP-nya, termasuk juga di sela-sela salat. Penulis punya anggota jemaah seperti ini. Tapi semenjak musim Corona dia tak pernah lagi kelihatan. Semoga saja anak muda ini hanya pindah lokasi rumah, bukan pindah alam karena termakan Covid-19.

Salat tarawih sambil main HP, jelas takkan masuk agenda larangan DMI (Dewan Mesjid Indonesia). Sesuai dengan tahun politik, lembaga itu hanya mengingatkan pada takmir mesjid agar tidak memberi panggung pada tokoh politik; itu saja! Panggung di sini tentu saja maksudnya waktu atau ruang, bukan panggung berupa tenda besi yang dipasangi terpal!

Di era milenial ini, ketika semua anak bangsa dari balita sampai manula pada demen HP android, peluang bergibah sangat besar. Dulu yang bisa membahas atau mengkritik seorang tokoh hanya wartawan lewat media konvesionalnya (surat kabar/majalah). Kini asal mau dan berani, lewat medsos dengan macam-macam aplikasinya bisa melakukannya. Tayangkan video tak perlu pakai mobil OB Van,talk perlu juga dengan presenter khusus. Semua bisa dilakukan sendiri hanya dengan modal HP mungil.

Kini semua orang bisa jadi wartawan, yang tak perlu terikat oleh kode jurnalistik dan patuh pada UU Pers No. 40 tahun 1999. Apa yang terlintas di benaknya, langsung saja bisa dilempar ke netizen lewat Youtube, twitter, Instagram, WA beserta grupnya, atau  Tiktok yang nama aplikasinya seperti tukang bakso. Padahal resikonya cukup berat, bila menimbulkan kegaduhan publik, bisa dicari polisi.

Medsos memang tak hanya jadi ajang menelanjangi dan mengolok-olok seseorang, tapi juga jadi ajang untuk berekspresi dan pamer diri bahwa dirinya punya kelebihan. Kini banyak pejabat Pajak dan Bea Cukai jatuh juga akibat korban medsos. Ketik istri atau anaknya pamer kekayaan, bapak atau suaminya yang kena. Makanya harta yang berlebih tak perlu dipamer-pamerkan. Cukup disimpen saja, buat jaga-jaga ketika musim peceklik atau suami jatuh!

Makanya di bulan Ramadan ini, tantangan buat soimin dan soimat. Bisa nggak puasa medsos juga selama 30 hari? Sebab selain mencegah dan mengurangi berbuat dosa, puasa medsos bisa menghilangkan stress. Bahkan kata mantan guru penulis di Yogya, resep panjang umur adalah: tidak punya HP dan nonton TV. Ada benarnya juga ya. (Cantrik Metaram).