BALI – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan gempa bermagnitudo 5,8 SR yang terjadi pada Selasa (17/7/2019) pukul 08.18 Wita sebagai pertanda baik dan akan membawa keberkahan bagi masyarakat Pulau Dewata.
Dia mengatakan pertanda baik karena menurutnya jatuh di Purnama Kasa (bulan purnama yang pertama menurut penanggalan Bali-red).
“Katanya ini akan membawa berkah anugerah, akan sejahtera nih, di Bali ini,” ucapnya, dilansir Antara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali Made Rentin mengatakan, berdasarkan data BPBD terbaru, total ada 9 warga luka ringan dan 1 orang luka berat (patah tulang) akibat gempa tersebut.
Selain itu gempa juga mengakibatkan 44 bangunan rusak di Pulau Bali. Kerusakan terparah ada di Kabupaten Badung dengan jumlah 36 bangunan, Kabupaten Gianyar dua bangunan rusak, Buleleng dua bangunan rusak, Tabanan dan Denpasar masing-masing satu bangunan rusak, dan dua bangunan rusak di Kabupaten Jembrana.
Sementara untuk Kabupaten Bangli, Karangasem, dan Klungkung nihil kerusakan bangunan. Estimasi dampak kerugian akibat kerusakan bangunan mencapai Rp728.300.000.





