JAKARTA – Di tengah hiruk pikuk suara bising kendaraan yang lalu lalang melintasi jalan lintas timur Sumatera, Kabupaten Tulangbawang, tampak seorang pemuda tengah sibuk menyiapkan dagangannya.
Ia biasa mangkal menjajakan dagangannya di bawah pepohonan rimbun di tepian jalan. Meski terik matahari terasa begitu menyengat, Rahmat Hidayat tetap gigih mengumpulkan rezeki.
Pemuda kelahiran Bandarjaya, Kabupaten Lampungtengah, itu sejak 1 tahun terakhir berjulan es dawet di kawasan Unit II, Banjaragung. Dia biasa mangkal sejak pukul 09.00 hingga 5 sore.
Dalam sehari ia mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah sebesar Rp1 00 ribu hingga Rp 200 ribu dari berjualan es dawet seharga Rp 4 ribu per gelas. Namun, hasilnya akan berbeda ketika cuaca mendung dan hujan.
“Sehari masih bisa menabung Rp 50 ribu, itu kalau pas cuaca cerah. Kalau pas musim hujan, untung-untungan, soalnya kan sepi yang minum es,” Ujar Rahmat seperti dilansir Lampungpost (6/10).
Bila hujan turun tak jarang Rahmat hanya bisa gigit jari, beruntung ada sebagian komposisi es dawetnya yang bisa disimpan untuk berjualan esok hari.
“Kalau cuaca kaya sekarang gini bingung. Kadang panas kadang hujan, jadi ragu kalau mau bawa dagangan banyak. Takut rugi,” tukas Rahmat.





