Gunung Api Ili Lewotolok Erupsi Lagi

Ilustrasi G. Ile Lewotolok (1.432M) di Kab. Lembata erupsi dengan mengeluarkan kolom asap tebal sampai 500M diatas puncak, membuat ribuan warga di dua kecamatan di kaki gunung mengungsi.

LEMBATA – Gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Jumat pukul 12.16 WITA dengan mengeluarkan asap putih setinggi kolom 1.500 meter.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian mengatakan bahwa ketinggian material pada erupsi siang ini lebih tinggi dari erupsi yang terjadi pada Kamis (15/4/2021), yakni setinggi 1.000 meter.

“Betul, lebih tinggi erupsinya dari erupsi yang kemarin. Kali ini ketinggian mencapai 1.500 meter di atas puncak atau kurang lebih 2.923 meter di atas permukaan laut,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29 mm dan durasi kurang lebih 30 detik.

Stanis menambahkan berdasarkan pengamatan 24 jam yang dilakukan oleh petugas pos pengamatan Gunung Ili Lewotolok erupsi itu terjadi karena sistem kawah tertutup, sehingga terjadi letusan eksplosif.

Dengan masih adanya aktivitas di gunung tersebut, ia menyarankan warga sekitar lereng Ili Lewotolok serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah gunung api tersebut.

“Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ili Lewotolok,” ujarnya, dikutip Antara.

Ia mengatakan mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

 

Advertisement