Gunung Lewotolok Erupsi, Warga di Dua Kecamatan Waspada Hujan Abu dan Kerikil

Ilustrasi G. Ile Lewotolok (1.432M) di Kab. Lembata erupsi dengan mengeluarkan kolom asap tebal sampai 500M diatas puncak, membuat ribuan warga di dua kecamatan di kaki gunung mengungsi.

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau kepada warga di dua kecamatan di bawah kaki Gunung Lewotolok waspada hujan abu dan kerikil.

“Jangan kendarai kendaraan saat hujan abu pekat karena dapat mengganggu jarak pandang, selain itu juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan,” kata Kepala BPBD Lembata Andris Koban dari Lewoleba.

Imbauan dikeluarkan setelah terjadi erupsi Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata yang disertai dengan semburan abu serta material kerikil.

Dia mengatakan bahwa dua kecamatan yang dimintai untuk waspada itu adalah Kecamatan Ile Ape dan Kecamatan Ile Ape Timur.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Dia menambahkan bahwa sampai dengan saat ini juga Gunung Api Ile Lewotolok masih dalam fase erupsi dan selama masih ada suplai magma dari kedalaman maka erupsi-erupsi terus akan terjadi.

Selain itu juga gemuruh dan dentuman bagian dari proses migrasi magma menuju permukaan. Untuk hujan abu sendiri sudah pasti terjadi. “Hujan abu akan mengikuti arah angin berhembus,” tambah dia.

Masyarakat juga kata dia diimbau untuk menghindari area dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan oleh PVMBG. Sementara itu dalam kondisi abu masyarakat juga diimbau gunakan masker serta kacamata dan penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan .

Hal ini tambah dia bertujuan untuk melindungi saluran pernapasan dan mata dari abu vulkanik. Selain. itu diminta juga untuk menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah agar abu tidak masuk ke dalam rumah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here