spot_img

Hadirkan Inovasi Pendidikan, Zhafira Aqyla Jadi Pembicara Istanbul Youth Summit 2022

ISTANBUL – Acara tahunan yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan Youth Break Boundaries, Istanbul Youth Summit (IYS) 2022 akan dilaksanakan di Istanbul pada (14-17/2) mendatang. Pada acara tersebut, delegasi pilihan dari berbagai negara akan berkumpul, berdiskusi, dan mempresentasikan ide terbaik mereka. Istanbul Youth Summit 2022 juga akan menghadirkan pembicara baik dari dalam maupun luar negeri yang memiliki kepakaran dan kompeten di bidangnya masing-masing. Zhafira Aqyla, merupakan salah satu pembicara yang akan turut hadir menyampaikan ilmu, pandangan, dan pengalamannya.

Zhafira merupakan seorang mahasiwa penelitian dan content creator. Saat ini, ia sedang menggarap penelitiannya di Osaka University yang terletak di kota Osaka, Jepang. Fokus pembahasannya adalah pendidikan seksual dari perspektif Islam.

Sebelumnya, Zhafira menempuh pendidikan S1 di kampus yang sama dengan program studi Human Science. Pada program studi ini, banyak topik yang ia pelajari dan dibolehkan untuk mendalami topik sesuai pilihan setelah semester 3. Zhafira kemudian memilih fokus pada topik Education and Religion yang menjadi awal ketertarikannya menggali lebih lanjut topik penelitiannya.

Zhafira menggeluti bidang pendidikan karena semangat dan antusiasme yang ia miliki. Ia memilih bidang tersebut, karena ia melihat banyak sekali potensi yang dimiliki seorang anak jika telah ditanamkan bahwa belajar merupakan hal yang menyenangkan.

“Aku ingin sekali menaruh harapan pada generasi selanjutnya dengan memberikan pendidikan yang sesuai minat dan bakatnya,” Tutur Zhafira.

zhafira Aqyla

Di lain sisi, Zhafira juga melihat adanya kesenjangan pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, khususnya dalam menyoal pendidikan seksual dari perspektif Islam.

“Masih sedikit sekali literatur dan pengetahuan akademis yang membahas tentang hal ini,” Ungkap Zhafira. Hal ini menjadi motivasinya untuk menuliskan skripsi dan memublikasi karya ilmiah yang membahas topik ini sebagai fokus penelitiannya.

Di samping kesibukannya menjadi research student, ia juga tengah mengembangkan proyek @lebihtau.id, sebuah platform di sosial media yang bertujuan untuk melakukan social campaign kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait pendidikan seksual dari perspektif Islam. Ia menyampaikan bahwa platform edukasi pendidikan seksual sebenarnya telah banyak terbentuk, namun masih sedikit cendekiawan yang membahasnya dari perspektif Islam. Proyek ini telah dimulai bersama tim yang ia rekrut langsung sejak November 2021 dan terus berjalan hingga sekarang.

“Topik ini masih sangat uncharted (belum terpetakan) dan membuat aku berpikir, kalau bukan aku, siapa lagi yang akan mulai menggali lebih dalam terkait topik ini,” Lanjut Zhafira.

Zhafira juga juga menyayangkan maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, jika masyarakat teredukasi mengenai pendidikan seksual, kasus-kasus ini dapat dihindari. Korban pelecehan seksual dapat mengetahui apa yang harus dilakukan serta kemana korban bisa meminta pertolongan. Keluarga korban pun dapat memberikan empati untuk membantu memulihkan kondisi fisik dan psikologis korban. Pendidikan seksual yang diberikan dapat menjadi bentuk tindak pencegahan ataupun mengurangi dampak negatif yang dihasilkan dari suatu kejadian.

Zhafira juga berpendapat, pendidikan seksual dalam komunitas muslim masih belum sampai tahap pemberian solusi. Hal ini dikarenakan masih belum tersedianya kurikulum jelas yang membahas tentang pendidikan seksual. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia harus mulai mencari solusi dan mengeksekusinya. Dengan proyek yang sedang ia canangkan saat ini, ia berharap dapat memberikan edukasi secara umum, baik bagi anak, guru, maupun orang tua.

Ia juga telah merencanakan, saat menempuh pendidikan magister nanti, ia ingin membuat ed-tech berbentuk aplikasi digital atau situs web yang berfungsi untuk memberikan dukungan kepada orang tua dan guru untuk mengajarkan pendidikan seksual kepada para anak dan siswa sesuai dengan tingkat usia. Dengan ed-tech ini, orang tua dan guru dapat memiliki petunjuk, sehingga seluruh anak di Indonesia dapat memperoleh pendidikan seksual yang sama dan merata.

Terakhir, Zhafira menyampaikan dirinya sangat mengapresiasi seluruh instrumen yang telah mempersiapkan acara IYS. Ia juga berharap kehadirannya sebagai pembicara di acara IYS 2022 mendatang dapat memberikan wawasan dan inspirasi baru serta dapat menjadi ladang ilmu bagi para peserta dan bahkan juga pembicara lainnya.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles