Hamas Selidiki Ledakan saat Kunjungan PM Palestina di Gaza

Ilustrasi tim penyelamat mencari korban ledakan Gaza/ Reuters

GAZA – Hamas mengumumkan sebuah penyelidikan atas sebuah ledakan yang menargetkan konvoi perdana menteri Palestina yang berbasis di Tepi Barat saat berkunjung ke Jalur Gaza.

Ledakan hari Selasa melukai beberapa petugas keamanan Rami Hamdallah namun membuatnya tidak terluka,  dalam sebuah kunjungan ke wilayah yang dikuasai Hamas untuk membuka fasilitas pekerjaan umum di sana.

Seorang koresponden Al Jazeera di tempat kejadian melaporkan ledakan itu terjadi tak lama setelah konvoi Hamdallah melewati pos pemeriksaan Erez yang dikendalikan Israel, yang diketahui orang Palestina sebagai Beit Hanoun, di Gaza utara.

Sumber mengatakan bahwa Hamdallah dan Ismail Haniya, pemimpin politik senior Hamas, berbicara melalui telepon pada hari itu dan setuju bahwa Israel berada di balik ledakan tersebut.

Namun Youssef al-Mahmoud, juru bicara Otoritas Palestina, membantah melalui kantor berita Palestina WAFA bahwa  terjadi pembicaraan lewat telepon antara Hamdallah dan Haniya.

Hamas membantah terlibat dalam ledakan tersebut, dan mengatakan akan meluncurkan sebuah penyelidikan untuk “membawa orang-orang yang berada di balik serangan ke pengadilan”.

Hamas dan Fatah, dua partai politik utama Palestina, menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi pada bulan Oktober 2017, mengakhiri satu dekade pembagian yang melibatkan dua pemerintah paralel yang beroperasi di Gaza dan Tepi Barat.

Kesepakatan untuk membentuk pemerintah persatuan ditandatangani di ibukota Mesir Kairo pada 13 Oktober, namun upaya untuk mengimplementasikan kesepakatan tersebut telah menghadapi hambatan.

 

Advertisement