Harapan Unih, Penderita Kaki Gajah di Bogor Terkabul

Unih, penderita kakai gajah asal Citeureup, bogor/ Tribun Bogor

BOGOR – Harapan Unih, penderita kaki gajah, warga Kampung Setu RT 03, RW 05 Desa Leuwinutug Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, untuk mendapat bantuan dari pemerintah guna mengobati sakitnya, terkabul setelah ia mendapat kunjungan dari Bupati Kab Bogor, Nurhayanti, Senin (5/9/2016).

Nurhayanti mengatakan, pemerintah Kabupaten Bogor akan segera mengambil tindakan terhadap Unih dengan membawanya ke rumah sakit Fatmawati Jakarta dengan rujukan yang diberikan Puskesmas setempat dan RSUD Cibinong.

“Hari rabu (7/9), kita bawa ke RS Fatmawati Jakarta, saat ini rujukan sudah di urus oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sambil dikomunikasikan melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas terkait kesiapan dokter disana untuk menangani dan ibu Unih harus tetap sabar dan tawakal, “ungkapnya, seperti dilansir Republika.

Nurhayanti berharap Unih bisa dioperasi dalam usaha penyembuhan kaki gajahnya, namun bila tidak bisa di operasi harus ada masukan dari tim dokter RS Fatmawati yang melakukan penanganan terkait pengobatan ibu Unih bila dilakukan pengobatan rawat jalan.

Selain membantu penyembuhan Unih, ia juga berjanji Pemerintah Kabupaten Bogor akan konsentrasi terus dan mensosialisasikan bahaya terhadap bahaya kaki gajah terhadap masyarakat, oleh sebab tenaga kesehatan harus selalu turun kelapangan untuk melihat masalah sosial yang ada di tengah masyarakat.

“Saya perintahkan agar jajaran cepat tanggap menangani masalah sosial, dengan kejadian ini kita akan lebih galakkan bulan eleminasi kaki gajah (Belkaga) di bulan Oktober nanti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2PKL Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dokter Kusnadi menerangkan kasus Unih sudah pernah ditangani dan terakhir RS Fatmawati merekomendsikan agar korban diamputasi, namun Unih menolak.

“Penanganan penyakit filiariasis ini terbilang telat, karena waktu itu umumnya masyarakat tidak mengetahui gejala penyakit filiariasis. Sekarang karena sel getah beningnya sudah rusak, tinggal dijaga saja kesehatannya agar kakinya tidak terluka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kedua kakinya membesar sudah sejak enam tahun lalu, dengan berbagai usaha yang dilakukan ia dan keluarganya untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Namun kini ia hanya bisa berobat alternatif karena keterbatasan biaya.

Dengan kondisi tidak bisa berjalan, Ibu berusia 68 tahuun ini sebelumnya hanya menunggu keajaiban untuk bisa sembuh dan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengobati penyakit yang dideritanya itu. Kini harapannya mulai sedikit terbuka menuju kesembuhan yang diinginkannya.

Advertisement