WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump pada Senin (25/3/2019) akan menandatangani dokumen resmi yang memberikan dukungan kepada kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di hadapan perdana menteri Israel.
“Besok, Presiden Trump, di hadapan PM Netanyahu, akan menandatangani sebuah dekrit yang mengakui kedaulatan Israel atas Golan,” kata Penjabat Menteri Luar Negeri Israel Yisrael Katz, di akun twitter resminya, Minggu (24/3/2019).
Trump hari ini akan menyambut Netanyahu untuk perundingan dua hari di Gedung Putih menjelang pemilihan parlemen Israel yang akan diadakan 9 April.
“Hubungan Israel-AS lebih dekat dari sebelumnya,” tambah Katz, dikutip Anadolu.
Pada hari Kamis, Trump mengatakan sudah waktunya bagi AS untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
Pengumuman tersebut memicu kecaman dan kritik besar dari seluruh dunia, termasuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB, UE, Turki dan banyak negara lainnya.
Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967.
Israel menempati sekitar dua pertiga dari Dataran Tinggi Golan yang lebih luas sebagai akibat dari konflik. Mereka pindah untuk secara resmi mencaplok wilayah itu pada tahun 1981 – suatu tindakan dengan suara bulat ditolak pada saat itu oleh Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, UE, Turki, dan banyak negara lain bersuara menentang pendudukan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Suriah.





