
PERANG Rusia-Ukraina memasuki hari ke-138 (Senin, (11/7) yang saat ini terkonsentrasi di wilayah Donbas, Ukraina timur makin mematikan dan diprediksi, Rusia segera akan melancarkan serangan massif.
Invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Feb. melibatkan ratusan tank, artilieri berat, roket multi laras dan rudal-rudal jelajah, kapal perang dan pesawat tempur didukung lebih 100 ribu personil dengan langsung menggempur ibukota Kyiv, dialihkan ke selatan dan timur Ukraina sejak medio April. .
Rusia walau didukung tank-tank, tembakan roket multi laras dan rudal serta pengeboman dari udara dan laut, mengalami korban peralatan mau pun personil cukup besar akibat taktik perang kota yang efektif dilakukan lawan sehingga mengubah taktik.
Di Donbas, Ukraina timur di wilayah Luhansk dan Donetsk, Rusia didukung oleh kelompok separatis setempat, mayoritas warga etnis dan berbahasa Rusia yang berupaya melepasan diri dari Ukraina d bawah Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhanks.
Di medan tempur, pasukan Rusia agaknya berada di atas angin walau belum mampu sepenuhnya memenangkan perang, sementara kekuatan ekonomi juga dimanfaatkan oleh AS dan Barat termasuk UE yang mendukung Ukraina dan juga lawannya, Rusia.
Sanksi ekonomi dan penguncilan dari sistem transfer perbankan dunia (SWIFT) yang dikenakan AS dan Barat direspons Rusia dengan pembatasan pasokan migas ke negara-negara UE yang selama ini bergantung dari Rusia.
Krisis Energi Hantui UE
Negara-negara UE saat ini dibayangi kecemasan, raksasa industri gas Rusia (Gasprom) akan menghentikan seluruh pasokan energi melalui jalur pipa Nord Stream 1 yang kebetulan juga akan memasuki fase perawatan.
Kerusakan bangunan, struktur dan infrasutrruktur di Ukraina juga makin parah akibat hantaman mortir, rudal, meriam dan pengeboman dari udara dan laut.
Di kota Chasiv Jar, Minggu (10/7), ditemukan 26 jasad di puing-puing apartemen hunian, sedangkan sembilan orang yang terperangkap masih bisa diselamatkan.
Enam orang tewas dalam serangan roket di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Kepala Regional Kharkiv, Oleg Synyegubov mengungkapkan, Rusia menargetkan fasilitas sipil seperti pusat perbelanjaan dan tempat tinggal warga.
Setelah menyerang Luhansk, pasukan Rusia berkonsentrasi untuk menyerang Donetsk yang bertetangga di Ukraina timur, karena mereka ingin menguasai seluruh wilayah industri Donbass.
Oleg mengingatkan, pasukan Rusia diyakini akan meluncurkan sejumlah serangan terberat ke wilayah Donetsk.
“Ada tanda-tanda unit musuh bersiap mengintensifkan operasi tempur ke arah Kramatorsk dan Bakhmut,” katanya, merujuk pada dua kota utama yang masih di bawah kendali Ukraina.
Sanksi untuk Lithuania
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko membahas kemungkinan aksi bersama terhadap negara atas Lithuania terkait pembatasan transit yang berdampak pada eksklave Rusia di Kaliningrad.
Lituania (salah satu sempalan Uni Soviet) membatasi transit barang yang disetujui oleh Uni Eropa ke Kaliningrad, wilayah kantong Rusia yang diapit oleh anggota NATO–Lithuania dan Polandia–sejak pertengahan Juni.
Sementara Putin, untuk menarik sebanyak mungkin etnis Ukraina menjadi warganya, berjanji memberi kemudahan pemberian paspor Rusia bagi warga Ukraina di Donbas.
Perang Rusia dan Ukraina agaknya masih bakal berlangsung lama, mengingat keruwetannya di samping dukung-mendukung negara-negara lain. (AP/AFP/Reuters/ns)




