
SAMPAI hari ke-29, Sabtu (28/3) perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung sengit, saling serang, sementara jumlah korban terutama warga sipil terus meningkat.
Data hingga hari ke-25 menunjukkan lebih dari 2.600 orang tewas, sebagian besar di pihak Iran, puluhan Israel, 18. 551 orang terluka di Iran, 3.138 orang di Israel, dan 2.000 orang di Lebanon.
Front pertempuran meluas ke Lebanon di mana pasukan Israel didukung tank-tank tempur Merkava terus membombardir posisi milisi Hizbullah proksi Iran, sebaliknya Hizbullah juga terus melawan dan menembakkan rudal-rudal dan drone serangnya ke wilayah Israel.
Pesawat-pesawat tempur koalisi AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan intensif ke pusat pengayaan uranium Iran di timur laut Teheran.
Dilaporkan, sekitar 3.000 target terdiri dari situs-situs militer seperti markas komando, radar, sarang-sarang peluncur rudal sudah dihancurkan oleh AS dan Israel sejak awal serangan 28 Feb lalu, walau faktanya, Iran agaknya masih memiliki stok rudal balistik sehingga sampai hari ke-29 masih mampu menyerang Israel.
Drone-drone dan rudal balistik Iran dilapokan juga menyasar wilayah Tepi Barat yang dikuasai Israel, mengguncang kota Tel Aviv dan juga menimbulkan kerusakan bandara iternasional Kuwait.
IRGC dalam pernyataan terpisah juga menyebutkan pihaknya telah menyerang pangkalan militer AS di Arab Saudi, sebaliknya Presiden AS Donad Trump seperti berkali-kali diucapkannya meyebutkan pihaknya sudah menang perang dan Iran sudah tidak memiliki kemampuan militer lagi, termasuk untuk memblokade Selat Hormuz yang ia ganti namanya menjadi “Selat Trump”
Houthi ikut terjun
Sementara itu, kelompok Houthi dukungan Iran di Yaman juga menyatakan siap ikut berperang guna membela Iran jika diperlukan. Seorang petinggi Houthi yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan kepada Reuters, pihaknya kini dalam posisi siaga tinggi.
Dia menyebut bahwa keputusan untuk memulai serangan sepenuhnya berada di tangan pimpinan tertinggi kelompok tersebut.
Kelompok Houthi di Yaman mulai terlibat langsung dalam perang Iran dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke Israel.
Serangan ini menjadi yang pertama bagi pemberontak Yaman itu sejak perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran dimulai.
Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan serangan tersebut melalui televisi satelit Al Masirah pada Sabtu (28/3).
Sementara itu, kemungkinan AS akan melancarkan invasi darat makin santer, mengingat keputusan Pentagon menyiapkan sekitar 10. 000 personil terdiri dari 5.000 personil Divisi Lintas Udara ke-82 AD AS dan 5.000 personil marinir. (Reuters/kompas.com/ns)




