JAKARTA, KBKNEWS.id – Kabar duka datang dari dunia pemerintahan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan sekaligus tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta. Informasi ini disampaikan oleh pihak keluarga melalui putra almarhum.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun,” demikian pernyataan yang disampaikan keluarga dalam kabar duka tersebut.
Prof. Juwono Sudarsono dikenal sebagai sosok penting dalam pemerintahan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era Kabinet Indonesia Bersatu. Selain itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan Nasional.
Sepanjang kariernya, Juwono Sudarsono dikenal sebagai akademisi dan pemikir strategis di bidang pertahanan dan hubungan internasional.
Kontribusinya dalam memperkuat kebijakan pertahanan serta dunia pendidikan di Indonesia meninggalkan jejak yang signifikan.
Prof. Dr. Juwono Sudarsono merupakan salah satu tokoh intelektual terkemuka Indonesia di bidang ilmu politik dan pertahanan. Ia lahir pada 1942 dan menempuh pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri, termasuk di Inggris dan Amerika Serikat.
Karier akademiknya berlangsung panjang sebagai dosen dan guru besar di Universitas Indonesia, sekaligus aktif dalam berbagai forum internasional yang membahas isu keamanan global dan kebijakan strategis.
Dalam perjalanan kariernya di pemerintahan, Juwono Sudarsono pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada masa Presiden Abdurrahman Wahid.
Ia kemudian mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, dan kembali menjabat posisi yang sama pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004–2009.
Pengalaman panjang tersebut menjadikannya sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam membentuk arah kebijakan pertahanan sekaligus memberikan kontribusi dalam isu lingkungan hidup di Indonesia.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya di bidang pemerintahan dan pendidikan.
Pihak keluarga mengharapkan doa dari masyarakat agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.





