Hari ke-30 Perang, Perang Darat Makin Mendekat 

AS dilaporkan telah menyiapkan 3.000 personil Divisi Air Borne ke-82 dan 5.000-an personil marinir untuk serangan darat ke Iran (ilustrasi> US Army)

IRAN dilaporkan masih melancarkan gelombang serangan  balasan di hari ke-30 perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel, Minggu, 29 Maret  menargetkan fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk dan Arab Saudi serta Israel.

Operasi “Janji Sejati 4” berupa serangan rudal balistik dan drone-drone serang Iran, dilaporkan memicu pemadaman listrik total di beberapa wilayah kota terbesar di Israel Tel Aviv, Sabtu (28/3).

Hari ke-30 ini, ditandai keterlibatan kelompok Houthi proksi Iran yang juga mulai meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah Israel, mengancam alur pelayara di Laut Merah.

Peran kecerdasan buatan (AI) menonjol dalam perang ini, digunakan oleh kedua belah pihak untuk analisis target dan operasional militer, bahkan memicu gelombang disinformasi AI.

Presiden AS Donald Trump tak hanya menghadapi perlawanan Iran tetapi juga aksi demo warganya yang menolak perang, digelar di sejumlah kota di AS, Sabtu (28/3).

Aksi yang awalnya berlangsung damai di sejumlah wilayah berubah ricuh di beberapa titik, termasuk di Los Angeles. Polisi mengeluarkan perintah pembubaran dan melakukan penangkapan setelah bentrokan terjadi antara pendemo dan aparat.

Kerusuhan terjadi beberapa jam setelah puluhan ribu orang berkumpul dalam aksi damai di pusat kota Los Angeles.

Situasi memanas di luar pusat penahanan federal. Polisi Los Angeles (LAPD) menetapkan status siaga taktis, menutup jalan, dan menangkap demonstran yang menolak bubar.

Di ambang perang darat?

Sementara itu Ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi kedatangan kapal serbu amfibi USS Tripoli (LHA-7) di wilayah operasinya, Jumat (27/3).

India TV News melaporkan, Minggu (29/3), USS Tripoli membawa sekitar 3.500 prajurit Marinir dan pelaut yang tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (31st MEU).

Pengerahan ini memicu spekulasi kuat mengenai kemungkinan Washington mempersiapkan operasi darat di wilayah pesisir Iran, termasuk target strategis seperti Pulau Kharg.

Kapal serbu amfibi lainnya: USS Boxer dengan 2.500 marinir juga sudah berada di perairan tersebut. USS Tripoli memiliki panjang sekitar 257 meter (844 kaki) dengan berat benaman mencapai 44.000 ton, berkecepatan lebih dari 20 knot dan berfugsi sebagai  kapal bendera (flagship) untuk Grup Siap Amfibi (ARG) dan juga membawa puluhan jet tempur siluman Lightning II F-35B khusus yang diopeasikan dari atas kapal.

Sebanyak 3.500 personel Marinir dan pelaut yang dibawanya dilengkapi dengan peralatan tempur lengkap sehingga dapat memberikan opsi militer lebih luas bagi Presiden  Trump, termasuk serangan presisi oleh pasukan operasi khusus atau infanteri konvensional di titik-titik krusial Iran.

Apa yang terjadi selanjutnya, hanya Allah dan Presiden Trump yang tahu (CNN/Reuters/ns).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here