Hari ke-31 Perang, Invasi Darat Makin Dekat

Pabrik kimia Israel di Negev diserang rudal Iran (30/3)

HARI ke-31 perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel, Senin (30/3)  ditandai dengan indikasi semakin santernya kemungkinan invasi darat terhadap Iran.

Presiden AS  Donald Trump sesumbar bakal merebut Pulau Kharg dengan sangat mudah karena menganggap kekuatan militer lawannya terutama matra udara dan laut sudah lumpuh.

Selain itu, menurut the Financial Times, AS sudah menyiapkan sekitar 50.000 personil termasuk dari satuan elite Lintas Udara ke-82 AD AS dan 5.000-an personil marinir yang sduah disiapkan di kapal serang amfibi USS Tripoli dan USS Boxer.

Pernyataan ini diungkapkannya saat wawancara dengan the  Financial Times, Minggu (29/3), sementara di  berbagai kesempatan sebelumnya, Trump menyebutkan, militer Iran sudah tidak memiliki apa-apa lagi.

Sejumlah pejabat teras, menurut Trump,  termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei sudah terbunuh, sistem komando, radar, kekuatan udara dan lautnya juga sudah berhasil dilumpuhkan.

Namun Iran sejauh ini masih memanfaatkan keunggulan nya yaki stok rudal yang tak habis-habisnya diluncurkan ke wilayah Isael dan berbagai fasilitas AS di Teluk dan Arab Saudi.

  1. Kharg akan diserang

Pulau Kharg, yang terletak di lepas pantai barat Iran, adalah terminal minyak vital bagi negara Timur Tengah tersebut.

Pulau itu belakangan diisukan sedang diincar oleh Pentagon untuk operasi darat, meskipun AS bersikeras tidak akan melakukan invasi skala penuh.

“Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa merebutnya dengan sangat mudah,” kata Trump saat ditanya tentang kondisi pertahanan Iran di pulau itu.

Iran sendiri mengaku sudah siap menghadapi invasi darat AS, dan dilaporkan telah memindahkan personel militer ke Pulau Kharg beberapa pekan terakhir.

Langkah ini diambil Teheran guna menghadapi potensi operasi militer AS yang bertujuan merebut pulau strategis tersebut.

Menurut sumber-sumber tersebut, Iran juga telah memasang jebakan termasuk ranjau di sekitar pulau Kharg dan garis pantainya, tempat pasukan AS mungkin  melakukan pendaratan amfibi.

Ketua parlemen Iran pekan lalu telah memperingatkan agar musuh-musuh mereka tidak mencoba menduduki pulau-pulau Iran mana pun.

“Berdasarkan beberapa data, musuh-musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara regional, sedang bersiap untuk menduduki salah satu pulau Iran,” tulis Mohammad Bagher Ghalibaf di X.

“Semua pergerakan musuh berada di bawah pengawasan penuh militer kami. Jika mereka melanggarnya,  kami akan melawannya tanpa batas, dan mereka akan menjadi sasaran serangan tanpa henti,” tambahnya.

Iran siap melawan

Semetara itu  Jubir Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa invasi darat ke Iran akan membawa konsekuensi memalukan bagi militer AS.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Minggu (29/3), Zolfaqari bahkan menyebut para tentara AS berisiko berakhir tragis di perairan Teluk.

“Para komandan dan tentara AS pada akhirnya akan menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia,” tegas Zolfaqari dalam pernyataan resminya, dikutip dari Tasnim, Minggu (29/3).

Zolfaqari menilai, ancaman Presiden AS Donald Trump mengenai pendudukan pulau-pulau di Teluk Persia sebagai rencana yang tidak realistis.

Ia menuduh Trump telah dipengaruhi oleh tekanan eksternal sehingga mengambil keputusan yang menempatkan pasukannya dalam situasi mematikan. Menurut Zolfaqari, posisi pasukan AS di kawasan saat ini sebenarnya sudah sangat rentan dan menghadapi ancaman serius setiap hari.

“Pasukan AS telah mundur dari pangkalan yang hancur dan mencari perlindungan di pusat-pusat sipil serta ekonomi negara regional, namun mereka tetap rentan terhadap serangan,” ujarnya.

Pesawat pesawat Israel dilaporkan melancarkan 114 misi serangan udara ke wilayah Iran tengah dan Teheran sehingga membuat ibu kota Iran itu gelap gulita karena sejumlah instansi pembangkit listrik juga terkena.

Sebalikya Iran juga terus melancarkan serangan rudal ke berbagai wilayah di Israel, termasuk menghantam kawasan industri Neot Hovac di Beersheba, pabrik kimia di  Negev, dan sejumlah target di Jerusalem Timur, situs radar di kota Haifa serta  kota Tel Aviv. (Financial Times/Tasnim NA/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here