SURIAH – Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) merilis hasil tes yang tidak dapat dibantah danya gas sarin yang digunakan dalam serangan senjata kimia di Suriah awal bulan in.
Kepala OPCW, Ahmet Uzumcu mengatakan sampel dari 10 korban telah dianalisis di empat laboratorium. Serangan terhadap pemberontak di Khan Sheikhoun telah membunuh setidaknya 87 orang.
“Hasil analisis dari empat laboratorium yang ditunjuk OPCW menunjukkan paparan sarin atau zat mirip sarin. Sementara rincian lebih lanjut dari analisis laboratorium akan menyusul, hasil analisis yang telah diperoleh tidak dapat dibantah,” kata Uzumcu, dilansir BBC, Kamis (20/4/2017).
Misi pencarian fakta OPCW siap diajukan ke kota jika situasi keamanan memungkinkan. Tim tersebut terus melakukan wawancara dan mengumpulkan sampel.
Meski demikian militer Suriah membantah menggunakan agen kimia apapun. Sementara sekutunya, Rusia mengatakan bahwa serangan udara menghantam sebuah depot pemberontak yang penuh dengan amunisi kimia, namun pernyataan tersebut ditolak secara luas.
Suriah telah diwajibkan menyerahkan senjata persenjataan kimia di bawah kesepakatan yang disepakati antara AS dan Rusia pada 2013 menyusul serangan senjata kimia mematikan di Damaskus awal tahun itu.
PBB mengatakan sarin telah digunakan dalam serangan yang menewaskan ratusan orang di barat dan timur ibukota.





