Hati-hati, Beredar Vaksin Palsu!

Ilustrasi suntik vaksin/ Foto: idaijogja.or.id

JAKARTA – Kasus penjualan vaksin palsu di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi berhasil dibongkar Bareskrim Polri. Sejumlah vaksin yang ditemukan yakni vaksin campak, polio, BCG, tetanus, dan hepatitis B.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Agus Setya mengimbau orangtua khususnya ibu-ibu yang memiliki balita untuk lebih waspada lagi, “Hingga kini kami masih melakukan pengembangan kasus tersebut,orang tua yang memiliki bayi atau balita sudah saatnya meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran vaksin imunisasi palsu,” imbaunya di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

“Proses pemeriksaan tersangka masih berlangsung dan kami sudah mendapatkan tujuh orang tersangka di lokasi berbeda,” ujarnya.

Kasus itu pertama kali terungkap setelah adanya laporan dari salah satu rumah sakit di Bogor yang mencurigai mengenai vaksin yang dipasok dari sebuah perusahaan farmasi. Setelah diselidiki, vaksin-vaksin yang dikirim ke rumah sakit itu ternyata palsu.

Dengan masuknya vaksin palsu ke rumah sakit, terindikasi jaringan pendistribusian vaksin palsu tersebut sudah terencana dengan matang.

Namun pihak kepolisian belum bisa memastikan mengenai adanya keterlibatan oknum pegawai rumah sakit di Bogor yang terlibat dalam peredaran vaksin palsu. Setelah dilakukan penelusuran ternyata polisi menemukan 6 lokasi yang diduga terlibat dalam transaksi serta peredaran vaksin palsu.

Adapun lokasi peredaraanya yaitu Apotik Rakyat Ibnu Sina, di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur dengan tersangka MF sebagai penjual; di Jalan Manunggal Kalisari Jakarta dengan tersangka TM sebagai kurir; di Jatibening Kota Bekasi dengan tersangka S sebagai distributor; di Puri Hijau Bontaro Tangerang Selatan dengan tersangka P sebagai produsen; di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur Kota Bekasi dengan tersangka S sebagai produsen; dan di Kemang Jakarta Selatan dengan tersangka RA dan HT pasangan suami istri sebagai produsen.

Seperti dikutip dari Pikiran Rakyat, menurut Agus, proses produksi serta jalur distribusi untuk pengiriman vaksin dilakukan begitu ketat. Hal itu untuk menjamin agar vaksin yang diterima pasien sesuai dengan standar dan kualitas dari pembuat vaksin tersebut. Dengan masuknya vaksin palsu menunjukan adanya indikasi jaringan kejahatan dunia medis yang sengaja dilakukan.

Selain itu ia juga meminta masyarakat untuk mewaspadai bila ada pihak-pihak yang menjual harga vaksin jauh lebih murah dari harga pasaran. Apalagi kemungkinan dampak dari mengkonsumsi vaksin palsu ini dapat mengakibatkan efek buruk bagi balita.

Advertisement